Langsung ke konten utama

Merawatlah dengan Hati dan Bekerjalah dengan Cinta



TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Menjadi perawat tidaklah mudah sebab ada suka ataupun duka. Tujuan seorang perawatadalah merawat keadaan seseorang dari tidak sehat sampai kembali sehat.

Tidak heran jika dalam pengabdiannya perawat melewati suka dan duka. "Saya menikmati bagaimana suka dukanya menjadi seorang perawat, kalau di tanya mana antara suka dan duka yang saya rasakan dengan bangga saya memilih Alhamdulillah banyak sukanya," ucap Prilly Mayangsari Lapatola kepada Tribun Manado Rabu (1/6).

Kata gadis cantik kelahiran Kotamobagu 18 Agustus 1992, bahwa umpatan dan pujian sudah menjadi lauk menu harian. Bohong jika perawat tidak pernah mengeluh. "Profesi ini adalah profesi kemanusiaan, perawat di tuntut ikhlas tanpa pamrih atas pekerjaan yang di lakukan," tutur gadis yang berprofesi sebagaiperawat kamar bedah di RSUD Datoe Binangkang Bolmong.

Gadis perawat cantik ini menceritakan pengalamannya selama menjadi perawat banyak suka duka yang dilewati. Perawat bekerja dalam sistem shift yang mana perawat bekerja dari pagi, siang dan malam karena RS melayani pasien selama 24 jam. Perawat harus siap siaga merawat pasien tanpa kenal lelah itu alasannya mengapa menjadi perawat sangatlah menguras waktu.

Perawat juga harus menghadapi pasien dan keluarga pasien kurang sabar dan marah-marah, bahkan bukan hanya pasien dan keluarganya, tetapi juga dokter serta tim medis lainnya jika ada pkerjaan yang tidak sesuai prosedur.

Risiko tinggi tertular penyakitpun ada karena perawat selalu di hadapkan dengan orang sakit yang mana berbagai virus, bakteri dan penyakit lainnya ada di RS. Dalam kesehariannya posisiperawat serba salah. Dia bukan dokter dan bukan juga apoteker tapi harus merangkap keduanya.

Anak pertama dari tiga bersaudara menambahkan, menjadiperawat juga bukan hanya merawat pasien dalam keadaan sakit menjadi sehat bahkan jika pasien tersebut dalam keadaan menjemput ajal perawat juga harus mendampingi dan terkadang jika pasien meninggal dunia perawat akan merasa bersalah atas kematian pasien. Kembali lagi itu sudah kehendak yang maha kuasa.

"Banyak perawat juga mengeluh dengan gaji yang kecil padahal pendidikan untuk menjadi perawat juga mahal. Terkadang juga dalam pandangan masyarakat perawat di pandang sebagai pembantu atau pelayan," jelas Vee Lee nama akrabnya.

Selain duka menjadi perawat ada juga sukanya, yaitu perawatadalah pekerjaan mulia sebab setiap tindakan yang di lakukanperawat di lakukan dengan ikhlas dan pasti di catat lewat amal baik.

Banyak ilmu pengetahuan didapat selama bekerja menjadiperawat, sehingga dapat mengaplikasikannya dapam diri kita sendiri, keluarga maupun orang lain.

Semakin yakin akan kebesaran dan kekuasaan Tuhan karena selama pekerjaan perawat akan menemukan kejadian-kejadian luar biasa yang membuktikan betapa berkuasanya Tuhan Sang penentu. "Bangga pada diri sendiri karena dapat meningkatkan derajat hidup seseorang," ujar

Selain dokter perawat juga di anggap sebagai pahlawan masyarakat karena dapat menolong banyak orang yang membutuhkan pertolongan cepat dan segera.

Menjadi seorang perawat profesional bukanlah hal yang mudah, perlu upaya keras dan membutuhkan integritas tinggi. Perawat pun harus selalu siap dan siaga merawat pasien tanpa kenal lelah.

Perawat harus mempunyai budi pekerti baik dalam melayani pasien tanpa membeda-bedakan pasien dari segala sudut pandang orang yang tidak mengerti apa artinya melayani karenaperawat bekerja pada pelayanan umum yang objek pekerjaannyaperawat adalah manusia.

Masih banyak lagi suka dan duka yg saya alami, perasaan senang, bangga, dan lelah disini kita dituntut menjadi perawat yang profesional, berjiwa sosial, empati dan dapat mengemban amanah sebagai seorang perawat. "Intinya kalau kita memberikan pelayanan ke pasien dengan baik pasti pasien berikan juga baik," pungkas putri pasangan Rusno Lapatola dan Aneke Mokoagow.

So, Merawatlah dengan Hati dan Bekerjalah dengan Cinta. Be a Good Nurse !! Salam Sejawat.

sumber: manadotribunnews.com

Komentar

Pos populer dari blog ini

Perawat Kecam Sikap Arogansi Gubernur Jambi Zumi Zola

Suaraperawat.com, Jakarta._ Menanggapi sikap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola menuai ribuan protes serta kecaman dari puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media.

Mereka menilai Zumi Zola mengamuk, menghardik dan membanting kursi, pukul meja bahkan juga menendang tempat sampah saat ia keluar dari ruangan petugas jaga rumah sakit adalah perbuatan yang sangat blunder dan penuh arogansi.

"Kepada orang biasa saja tidaklah patut berbuat demikian , mirip seperti menggebah ayam yang masuk ke pekarangan, apalagi terhadap perawat dan dokter yang merupakan orang-orang terdidik. Dan sikap arogansi ini dilakukan oleh seorang gubernur", komentar salah satu supers di grup Suara Perawat.

Kronologis kejadiannya adalah ketika orang nomor satu di Jambi ini inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (20/1), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mendapati pegawai tugas jaga, perawat dan dokter yang tidur, lalu ia mengamuk, menghardik serta membanting kursi dan pukul meja…

SURAT TERBUKA KAMI ”SUARA PERAWAT INDONESIA” UNTUK BAPAK GUBERNUR ZUMI ZOLA YANG TERHORMAT

Minggu 22 januari 2017 terus ramai perbincangan di media sosial mengenai bapak gubernur yang terhormat bapak Zumi Zola terkait sidaknya ke RSUD Raden Mataher Jambi, dan beredar pula vidio yang berdurasi kurang lebihnya 3 menit, banyak kontroversi dari para netizen dalam menanggapi vidio tersebut.

Terlepas dari semua kasus ini, biarlah profesi kami profesi tenaga kesehatan yang khususnya kami perawat indonesia menjadi sebuah ajang evaluasi, evaluasi kami di berbagai lini, semoga dari kejadian ini akan menjadi hikmah buat kami tenaga kesehatan khusunya kami perawat indonesia.


Dear bapak gubernur yang terhormat,
Dalam melakukan sidak dan mengevaluasi kami selaku tenaga kesehatan khusunya kami Perawat Indonesia, perlakukanlah kami sebagai profesi perlakukanlah kami sebagai manusia, kami masih mempunyai hati dan perasaan, kesalahan kami bukanlah kesalahan seperti maling bahkan koruptor yang benar-benar hina yang menyengsarakan rakyat.

Dalam melakukan evaluasi tidak harus dengan intonasi …

Perawat Shift Malam Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung Koroner

Para peneliti menemukan bahwa perawat yang mendapatkan shift malam selama 10 tahun atau lebih, beresiko 15 persen terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan wanita yang jarang mendapatkan jaga malam.

“Ada sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi. Kami masih melihat peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift,” kata pemimpin peneliti, Celine Vetter, seperti dilansir laman NBC, Kamis (26/5).

Sementara, The International Agency for Research on Cancer mengatakan, bahwa kerja shift malam mungkin menyebabkan kanker. Ini dikaitkan dengan kanker payudara dan jenis kanker lainnya serta diabetes dan gangguan tidur.

Untuk studi ini, para peneliti melihat dua studi kesehatan perawat wanita sejak 1976. Setiap dua tahun, lebih dari 300 ribu perawat atau mantan perawat melaporkan kesehatan dan kebiasaan mereka.

Tim peneliti mendefinisikan penyak…