Langsung ke konten utama

Perawat Ini Jadi Autis Setelah Di KBS Uji Kompetensi


Penggagas Kelompok Belajar Suara Perawat (KBS) sekaligus founder SUPER Group, Firman Tel hari ini menyempatkan diri memantau keberlangsungan kelas belajar KBS UKOM Perawat Indonesia. Dalam pemantauan tersebut, Firman Tel sempat melempar satu pertanyaan berupa soal ukom "selingan" yang meminta para peserta bercerita pengalaman awal dan alasan mengapa bergabung di Grup KBS Ukom Perawat.

Sangat bervariasi komentar yang ada..!
Tuti Harmiani misalnya mengatakan bahwa semangat banget mengikut kelas Kelompok Belajar Suara Perawat (KBS) ini padahal masih ngantuk abis dinas malam.... trus langsung BC ke teman-teman yang akan ukom tentang grup ini.
Peserta lain, Joko Wibowo mengatakan bahwa Awalnya liat grup super fb yang akan bikin grup kbs ini, yang akan bahas soal2_ mangenai ukom, dan baca2 komen'a masalah grup ko ada shared2 soal yah,.... kepooo nehhhh
Trus coba2 cari aplikasinya di blakmarket(semacam playstore) dapet aplikasi telegram,... trus instal setelah masuk grup ga lama lg asik2 chat aplikasi eror, aduh gmna neh ada grup KBS UKOM,....(telegram ada cuma pengen ikut kbs) trus cari diplaystore ketemu, saat mau registrasi sempet susah, utak-atik gmna caranya agar bisa ikut lg di diskusi,..... ga nyerah, ehhhhh bisa masuk lg,.... hahah

Peserta lain lagi, M Shofik Y mengatakan bahwa Iya saya jujur pertama melihat soal difb waktu itu yg menjawab bAnyAk lalu admin suara perawat ngiklan telegram KBS awalnya g ngerti telegram gimana caranya terus asal pencet eh masok play Store ternyAta suruh download dulu😂 bener2 payah saya jujur baru tau namanya telegram.. Lalu setelah bisa diinstal masok KBS beh membernya udah banyak aja.. Wah mikir disini bakalan dapat ilmu banyak nih buat sangu kalok besok nerusin ners😂..Dan akir2 ini saya kayak orang kenak autis mandengin hp teruz senyam2 senyum sendiri kayak punyak dunia sendiri😂😂😂😭.. Tp bener saya banyak diuntungkan dengan dpt ilmu baru
Terima kasih banyak ilmunya kawan😊😊😊


Berikut testimoni/suara para peserta (panggilan lainnya disebut sahabat KBS) yang sempat direkam (screenshottt) oleh wartawan suaraperawat.com di ruang kelas KBS Uji Kompetensi Perawat.






Sekilas ‪#‎KBS‬
Sebuah Solusi ditengah permasalahan #UKOMPerawat 

"KELOMPOK BELAJAR SUARA PERAWAT"
Berdasarkan hasil ujian kompetensi perawat periode I 2016 yang sebagian pihak merasa tidak menggembirakan, maka menghadapi periode II bulan September 2016 dan periode selanjutnya, SUPER Grup turut mendukung teman-teman yang akan ikut agar bisa melewatinya dengan baik dengan sebuah program yang dinamakan "Kelompok Belajar SUPER" disingkatKBS.
Ini juga sejalan dengan salah satu tujuan berdirinya grup super sejak tahun 2013 yaitu sebagai ruang informasi & pemberdayaan perawat/calon perawat.
Kegiatan KBS ini dilakukan dengan berlatih belajar bersama-sama "Soal- Soal Ukom Perawat" secara online melalui aplikasi Telegram. KELAS BELAJAR UKOM ONLINE ini GRATIS

Target latihan soal ukom ini dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan kedepan dengan membahas sebanyak 360 soal yang bersumber dari buku "360 Review" terbitan tahun 2016 oleh tim Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) dan Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPViKI) yang diadaptasi dari buku "Comprehensive Review for the NCLEX-RN Examination" yang ditulis oleh Silvestri (Elsevier). 

Berikut nama-nama Team Work Kelompok Belajar Super (TW KBS) UKOM Perawat:
1.Rahman, 2.Fitrianto, 3.Zahid, 4. Rita Zahara, 5. Jamalludin, 6. Iwan zaiwar, 7.Silvand, 8. Thomas, 9. Ulul Asmy Pauranan,10.Rizki mustofa, 11. Abram Sahing,12. Sudiyanto, 13. Muhajir, 14. Afrien, 15.Sufardi, 16.Nur aini, 17. Samsul Arifin, 18. Arum setyaningsih, 19. Ade Nurul, 20. Ari Mustofa, 21. Tyas

sumber FP Super https://www.facebook.com/perawatsuper/photos/a.1067368483276741.1073741828.1067365219943734/1306618642685056/?type=3&theater

Ingin bergabung ?  GRATIS...!

KELAS BELAJAR ‪#‎UKOM‬ PERAWAT

Ners klik telegram.me/ukomners
Perawat D3 klik telegram.me/ukomperawat

Komentar

  1. Ilmu banyak baik, super bagus, tp klo gak di manfaatin dan di kinerjaain sama aja simalakama,
    UKOM, klo anda gak lulus ukom lo bakal nunngu setengah tahun lagi, naah sambil2 nunggu lo gak bakal di terima ke mana aja menjadi sorg perawat jk ga dak str, praktekin ilmu lo mau di kemanain coba, lo rawat tikus, pasien lo tikus.?
    Ga dak rasa kasian klen yaa, klen menyetujui pendapat dgn hanya segelintir org saja, trus lo kalah ukom nunggu lagi setengah tahun, pas tiba bayar uang ukom lagi, dah belajar ukomnya ngeluarian duit banya untuk kopi2 soal2 yg berduyun2 banyaknya, heee klen egois brother,...!!!

    BalasHapus
  2. Emang ukom gak masalah bagi seorg jati diri pencari ilmu, tapi yg jadi masalah jadwal jika kalah UKOM nunggu setengah tahun, ambil dulu kebijakan bagi klen yg lihat status sy ini, ntah waktu nunggu ujian ulang ukom di percepatkah, atau gimanakah..?
    Jgn klen2 aja yg enak sok bijak, kasih ujian mampus lo yg kalah ukom numngu setengah tahun lagi, itu ibarat kata singgungan kasarnya dari klen, udah kasih soal semua jawaban benar hanya satu di pilih di antara yg benar, hee kami makan nasi trus minyak goreng, bukan minum susu pake roti daging dan minyak mentega, kami indonesia yg rentan dgn kemiskinan ku harap klen bukan antek2 belanda, belanda emang mau ajarin rakyat, bangun negara, tapi romusa dan makan ubi, belajar dari sejarah klo ente org indonesia jgn belajar ama org barat muluk se2kali belajar sejarah kita dludlu.

    BalasHapus

Poskan Komentar

Pos populer dari blog ini

Perawat Kecam Sikap Arogansi Gubernur Jambi Zumi Zola

Suaraperawat.com, Jakarta._ Menanggapi sikap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola menuai ribuan protes serta kecaman dari puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media.

Mereka menilai Zumi Zola mengamuk, menghardik dan membanting kursi, pukul meja bahkan juga menendang tempat sampah saat ia keluar dari ruangan petugas jaga rumah sakit adalah perbuatan yang sangat blunder dan penuh arogansi.

"Kepada orang biasa saja tidaklah patut berbuat demikian , mirip seperti menggebah ayam yang masuk ke pekarangan, apalagi terhadap perawat dan dokter yang merupakan orang-orang terdidik. Dan sikap arogansi ini dilakukan oleh seorang gubernur", komentar salah satu supers di grup Suara Perawat.

Kronologis kejadiannya adalah ketika orang nomor satu di Jambi ini inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (20/1), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mendapati pegawai tugas jaga, perawat dan dokter yang tidur, lalu ia mengamuk, menghardik serta membanting kursi dan pukul meja…

SURAT TERBUKA KAMI ”SUARA PERAWAT INDONESIA” UNTUK BAPAK GUBERNUR ZUMI ZOLA YANG TERHORMAT

Minggu 22 januari 2017 terus ramai perbincangan di media sosial mengenai bapak gubernur yang terhormat bapak Zumi Zola terkait sidaknya ke RSUD Raden Mataher Jambi, dan beredar pula vidio yang berdurasi kurang lebihnya 3 menit, banyak kontroversi dari para netizen dalam menanggapi vidio tersebut.

Terlepas dari semua kasus ini, biarlah profesi kami profesi tenaga kesehatan yang khususnya kami perawat indonesia menjadi sebuah ajang evaluasi, evaluasi kami di berbagai lini, semoga dari kejadian ini akan menjadi hikmah buat kami tenaga kesehatan khusunya kami perawat indonesia.


Dear bapak gubernur yang terhormat,
Dalam melakukan sidak dan mengevaluasi kami selaku tenaga kesehatan khusunya kami Perawat Indonesia, perlakukanlah kami sebagai profesi perlakukanlah kami sebagai manusia, kami masih mempunyai hati dan perasaan, kesalahan kami bukanlah kesalahan seperti maling bahkan koruptor yang benar-benar hina yang menyengsarakan rakyat.

Dalam melakukan evaluasi tidak harus dengan intonasi …

Perawat Shift Malam Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung Koroner

Para peneliti menemukan bahwa perawat yang mendapatkan shift malam selama 10 tahun atau lebih, beresiko 15 persen terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan wanita yang jarang mendapatkan jaga malam.

“Ada sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi. Kami masih melihat peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift,” kata pemimpin peneliti, Celine Vetter, seperti dilansir laman NBC, Kamis (26/5).

Sementara, The International Agency for Research on Cancer mengatakan, bahwa kerja shift malam mungkin menyebabkan kanker. Ini dikaitkan dengan kanker payudara dan jenis kanker lainnya serta diabetes dan gangguan tidur.

Untuk studi ini, para peneliti melihat dua studi kesehatan perawat wanita sejak 1976. Setiap dua tahun, lebih dari 300 ribu perawat atau mantan perawat melaporkan kesehatan dan kebiasaan mereka.

Tim peneliti mendefinisikan penyak…