Suara Perawat Untuk Presiden RI Joko Widodo - SUARA PERAWAT

Header Ads

Suara Perawat Untuk Presiden RI Joko Widodo

Foto koleksi: Suara Perawat Grup
Kepada yth. Bapak presiden RI Joko Widodo
Selamat pagi.
Hari ini, 12 Mei
Kami Perawat Indonesia tengah merayakan hari Perawat Internasional.

Tentunya bapak tidak asing dengan profesi kami, profesi yg menempati urutan pertama dalam jajaran tenaga kesehatan dilihat dari jumlahnya. Sampai 2015 yang dirilis oleh kemenkes jumlah kami lebih dari 200 ribu lebih perawat. Jauh melampaui dokter dan dokter gigi yang masing-masing jumlahnya kurang dari 50 ribu.

Dimanapun, diseluruh pelosok negeri, dimana banyak daerah sulit mengakes layanan kesehatan lainnya, masyarakat masih bisa menemui kami "PERAWAT INDONESIA"
Dengan itu pula kami ingin menyampaikan bahwa KAMI BANGGA MERAWAT BANGSA.

Kami bersyukur makin bertambah perawat yang membanggakan & sukses dalam karir maupun profesi.
Namun, tak sedikit perawat yang masih bergulat dalam kehidupan yang keras, termasuk perawat honorer dan tenaga sukarela (TKS) yang bertahun-tahun mengabdi di seluruh pelosok negeri hidup dengan tak layak, hidup bagai anak tiri di negeri yang sangat kami cintai.
Saat ini rekan2 kami, nakes lainnya. Dokter, Dokter gigi, Bidan, tengah berbahagia menanti janji kementrian kesehatan yg akan mengangkat seluruh PTT dari profesi teman-teman kami.

Sedangkan kami, Perawat hanya bisa gigit jari. Telah lama PTT pusat tidak lagi merekrut perawat. Yang akhirnya perawat yang ditemui masyarakat didaerah sebagian besar merupakan TKS (tenaga suka rela) hidup dari belas kasihan, dibayar suka2.

Mengapa ini terjadi?
Apakah negeri ini sudah tidak butuh kami?
Kenyataannya di layanan kesehatan manapun perawat mendominasi (walau hanya sebagai TKS)

Kami mengungkapkan ini bukan karena ingin diangkat, jelas tidak. Kami tak sehebat mereka yang tetap bertahan memberikan pelayanan tanpa gaji.

Kami hanya ingin buka suara, berkeluh kesah. Menyambung lidah teman-teman kami nan jauh disana.

Kami hanya seorang anak kecil, yang merengek perhatian dari orang tuanya. Kemana kami harus berkisah jika bukan kepada bapak sendiri, pengayom kami, pelindung kami.

Semoga bapak berkenan meluangkan waktu untuk membaca tulisan kami ini, tulisan seorang anak yang gelisah. Dan amatlah tersanjung jika bapak berkenan untuk memberikan "perhatian khusus" untuk kami.

Kami mohon dengan hormat, kami tidak menuntut untuk semua perawat diangkat menjadi PNS, kami hanya mohon bapak memperhatikan kesejahterahan profesi perawat.

Pagi, siang, sore dan bahkan ketika semua sudah pada terlelap, kami perawat yang dipertaruhkan untuk merawat rakyat.
Bahkan hari raya pun, kami rela tidak merayakan hari raya bersama keluarga kami, hari libur pun, kami rela tidak liburan bersama keluarga, demi merawat bangsa.
Kamipun tidak memperdulikan, resiko penyakit apa aja yang mungkin bisa menular ke kami.

Mohon diperhatikan nasib perawat yg sudah bertahun-tahun mengabdi sebagai Tenaga Sukarela di rumah sakit maupun di puskesmas. Perawat adalah tulang punggung rumah sakit dan puskesmas. Tanpa perawat, pelayanan kesehatan lumpuh.

Kami mohon bapak memperhatikan kesejahterahan profesi perawat.

Semoga harapan kami semua, bisa terlealisasi. Amin...!
HAPPY INTERNATIONAL NURSES DAY
12 MEY
SELAMAT HARI PERAWAT SEDUNIA
"KAMI BANGGA MERAWAT BANGSA"
Salam hormat kami,
Semoga bapak selalu dalam lindungan Illahi dalam mengemban tugas, untuk dapat mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Suara Perawat (Ns. Tyas, E dkk)
Kilas Balik Petisi 12 MEY 2016

Foto: Grup Suara Perawat/HAPPY INTERNATIONAL NURSES DAY
12 MEY 2018