Langsung ke konten utama

SEPERTI APA ANAK SEKOLAH DASAR MEMANDANG PROFESI PERAWAT ?

Memperkenalkan profesi Perawat sejak dini pada anak sekolah dasar.

Melalui proses seleksi dan saya dinyatakan lolos bersama beberapa motivator, para tentara, polisi, guru, dan masih banyak profesi lainya yang bergabung di Kelas Inspirasi Indonesia Mengajar dari berbagai daerah dan berkumpul di gedung Telkom Kediri untuk diberihkan pengaraha singkat oleh para panitia KI IM

Selepas sambutan dari Kepala dinas pendidikan kab. Kota kediri. Kami peserta pun mulai perkenalan diri satu per satu. Yang uniknya saat saya hendak duduk ditaya oleh salah satu peserta profesi "mas SPK itu serjana perawat kesehatan ta ?" Ya munkin kedengarannya saat saya memperkenalkan saya lulusan SPK jelas aneh bagi peserta profesi lain, wajar karena mereka semuanya ada embel-embel dibelakang nama.
Saya terus meluruskan SPK itu sekolah perawat kesehatan sama dengan SMK.


Saya ditugaskan di Kec. grogol des. Kalipang.

Saya cukup gugup dan sangat tidak percaya diri bagaimana mungkin dengan lulusan SPK bisa memberikan inspirasi pada anak - anak.

Seharusnya sangat pas kalau memberikan motivasi itu memiliki profesi dibarengi memangku jabatan strategi tertentu, memiliki pangkat tertinggi , meraih prestasi, gelar, dan mendapatkan penghargaan tertentu.

Setelah mengunjungi salah satu sekolah dasar di pedalaman desa Kalipang, yang jauh terletak di atas pegunggunungan itu, ternyata ketika ditanya cita - cita ," apa cita - cita adik - adik ? Ada yang menjawab " Polisi, Tentara, Pilot, Pemain sepak bola ,dll"

Ternyata tak ada satupun yang menyebutkan " perawat "

Ketika saya menanyakan lagi " kalau dengan seragam putih - putih seperti ini kira - kira kakak kerjanya apa ? " semuanya secara serentak menjawab " Dokter ".
Dan jujur saja untung diantara mereka tidak menyebut saya "pocong" hehe...

Akhirnya saya pun langsung menyampaikan bahwa kakak sebagai Perawat yang tugasnya kakak merawat orang sakit , dengan penjelasan tersebut saya pun langsung bermain bersama mereka sambil memberikan inspirasi bahwa tugas perawat tidak kalah mulia dimata Tuhan.

Saya waktu itu tidak tahu sipa tokoh perawat Indonesia sosok yang bisa bisa diceritakan pada adik - adik.

Baru - baru ini baru saya tahu ternyata ada satu satunya laki - laki di Indonesia menjadi Guru besar Keperawatan.

ya singkatnya Harapan saya semoga mereka ini bisa seperti Prof Dr. Nursalam MNurs (Hons)

Sekian sepenggal pengalaman.
Semoga bisa menghibur teman teman sejawat yang lagi sibuk dengan tetesan infus..


SALAM SUPER.
Agustinus Reko /Super FB Grup

Komentar

Poskan Komentar

Pos populer dari blog ini

Perawat Kecam Sikap Arogansi Gubernur Jambi Zumi Zola

Suaraperawat.com, Jakarta._ Menanggapi sikap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola menuai ribuan protes serta kecaman dari puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media.

Mereka menilai Zumi Zola mengamuk, menghardik dan membanting kursi, pukul meja bahkan juga menendang tempat sampah saat ia keluar dari ruangan petugas jaga rumah sakit adalah perbuatan yang sangat blunder dan penuh arogansi.

"Kepada orang biasa saja tidaklah patut berbuat demikian , mirip seperti menggebah ayam yang masuk ke pekarangan, apalagi terhadap perawat dan dokter yang merupakan orang-orang terdidik. Dan sikap arogansi ini dilakukan oleh seorang gubernur", komentar salah satu supers di grup Suara Perawat.

Kronologis kejadiannya adalah ketika orang nomor satu di Jambi ini inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (20/1), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mendapati pegawai tugas jaga, perawat dan dokter yang tidur, lalu ia mengamuk, menghardik serta membanting kursi dan pukul meja…

SURAT TERBUKA KAMI ”SUARA PERAWAT INDONESIA” UNTUK BAPAK GUBERNUR ZUMI ZOLA YANG TERHORMAT

Minggu 22 januari 2017 terus ramai perbincangan di media sosial mengenai bapak gubernur yang terhormat bapak Zumi Zola terkait sidaknya ke RSUD Raden Mataher Jambi, dan beredar pula vidio yang berdurasi kurang lebihnya 3 menit, banyak kontroversi dari para netizen dalam menanggapi vidio tersebut.

Terlepas dari semua kasus ini, biarlah profesi kami profesi tenaga kesehatan yang khususnya kami perawat indonesia menjadi sebuah ajang evaluasi, evaluasi kami di berbagai lini, semoga dari kejadian ini akan menjadi hikmah buat kami tenaga kesehatan khusunya kami perawat indonesia.


Dear bapak gubernur yang terhormat,
Dalam melakukan sidak dan mengevaluasi kami selaku tenaga kesehatan khusunya kami Perawat Indonesia, perlakukanlah kami sebagai profesi perlakukanlah kami sebagai manusia, kami masih mempunyai hati dan perasaan, kesalahan kami bukanlah kesalahan seperti maling bahkan koruptor yang benar-benar hina yang menyengsarakan rakyat.

Dalam melakukan evaluasi tidak harus dengan intonasi …

Perawat Shift Malam Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung Koroner

Para peneliti menemukan bahwa perawat yang mendapatkan shift malam selama 10 tahun atau lebih, beresiko 15 persen terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan wanita yang jarang mendapatkan jaga malam.

“Ada sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi. Kami masih melihat peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift,” kata pemimpin peneliti, Celine Vetter, seperti dilansir laman NBC, Kamis (26/5).

Sementara, The International Agency for Research on Cancer mengatakan, bahwa kerja shift malam mungkin menyebabkan kanker. Ini dikaitkan dengan kanker payudara dan jenis kanker lainnya serta diabetes dan gangguan tidur.

Untuk studi ini, para peneliti melihat dua studi kesehatan perawat wanita sejak 1976. Setiap dua tahun, lebih dari 300 ribu perawat atau mantan perawat melaporkan kesehatan dan kebiasaan mereka.

Tim peneliti mendefinisikan penyak…