Langsung ke konten utama

Presiden Jokowi Jadikan Perawat Salah Satu Simbol Perjuangan Bangsa.


Jakarta.,_Kepala Sekretaris Presiden Darmansjah Djumala mengatakan, komposisi undangan yang hadir pada upacara HUT RI di Istana sama seperti tahun lalu, yakni 70 persen masyarakat dan 30 persen pejabat.

Undangan khusus
Acara 17 Agustus di Istana tahun ini, Presiden Jokowi akan mengundang secara khusus sejumlah orang istimewa.
Mereka adalah sosok-sosok inspirator pembangunan di masyarakat, para juara olimpiade matematika dan sains, serta para pelajar yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan taman kanak-kanak.

Presiden mengundang mereka bukan tanpa alasan yang kuat. Presiden ingin mereka menjadi simbol perjuangan bangsa.
Inspirator pembangunan masyarakat itu, Darmansjah mencontohkan, ada seorang yang disebut Suster Apung. Andi Rabiah atau lebih dikenal Suster Apung merupakan perawat yang menangani pasien di Kepulauan Sulawesi dan Flores secara independen. 
sumber: kompas.,com

Dua orang perawat Siak mendapat predikat perawat teladan.
Penelusuran disitus lain (riaupos.,co), Prestasi yang ditoreh oleh perawat puskesmas di Kabupaten Siak membuahkan hasil. Setelah meraih predikat sebagai paramedis teladan tingkat Provinsi Riau, mereka diundang ke Istana Negara pada perayaan HUT Ke-70 RI. Dua perawat yang beruntung itu, Desy Yarsina dari Puskesmas Sungaiapit, dan Juniria Nalsasila dari Puskesmas Sungai Mandau.

“Alhamdulillah, mereka jadi yang terbaik,” kata Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi saat mendapat kabar dua perawat diundang ke Istana Negara, Rabu (27/7).
Sebelumnya seleksi terhadap para medis teladan dilakukan di tingkat kabupaten, dilanjutkan ke tingkat ke provinsi. Dua orang perawat Siak mendapat predikat perawat teladan.

“Mereka akan mendapatkan penghargaan dari Presiden RI Jokowi,” kata dia.
Kadiskes Siak dr HR Thoni Chandra MKes mengakui dua perawat tersebut tak hanya berkemampuan saja, tapi kecakapan, attitude, dan skill mereka sudah teruji. Dalam berbagai tugas di lapangan mampu dilaksanakan dengan baik dan sempurna. Begitu juga dengan tim penilai provinsi yang menilai mereka.

“Dari sekian ratus tenaga paramedis, mereka berdua yang dapat predikat pegawai teladan,” kata Thoni.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Perawat Kecam Sikap Arogansi Gubernur Jambi Zumi Zola

Suaraperawat.com, Jakarta._ Menanggapi sikap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola menuai ribuan protes serta kecaman dari puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media.

Mereka menilai Zumi Zola mengamuk, menghardik dan membanting kursi, pukul meja bahkan juga menendang tempat sampah saat ia keluar dari ruangan petugas jaga rumah sakit adalah perbuatan yang sangat blunder dan penuh arogansi.

"Kepada orang biasa saja tidaklah patut berbuat demikian , mirip seperti menggebah ayam yang masuk ke pekarangan, apalagi terhadap perawat dan dokter yang merupakan orang-orang terdidik. Dan sikap arogansi ini dilakukan oleh seorang gubernur", komentar salah satu supers di grup Suara Perawat.

Kronologis kejadiannya adalah ketika orang nomor satu di Jambi ini inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (20/1), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mendapati pegawai tugas jaga, perawat dan dokter yang tidur, lalu ia mengamuk, menghardik serta membanting kursi dan pukul meja…

SURAT TERBUKA KAMI ”SUARA PERAWAT INDONESIA” UNTUK BAPAK GUBERNUR ZUMI ZOLA YANG TERHORMAT

Minggu 22 januari 2017 terus ramai perbincangan di media sosial mengenai bapak gubernur yang terhormat bapak Zumi Zola terkait sidaknya ke RSUD Raden Mataher Jambi, dan beredar pula vidio yang berdurasi kurang lebihnya 3 menit, banyak kontroversi dari para netizen dalam menanggapi vidio tersebut.

Terlepas dari semua kasus ini, biarlah profesi kami profesi tenaga kesehatan yang khususnya kami perawat indonesia menjadi sebuah ajang evaluasi, evaluasi kami di berbagai lini, semoga dari kejadian ini akan menjadi hikmah buat kami tenaga kesehatan khusunya kami perawat indonesia.


Dear bapak gubernur yang terhormat,
Dalam melakukan sidak dan mengevaluasi kami selaku tenaga kesehatan khusunya kami Perawat Indonesia, perlakukanlah kami sebagai profesi perlakukanlah kami sebagai manusia, kami masih mempunyai hati dan perasaan, kesalahan kami bukanlah kesalahan seperti maling bahkan koruptor yang benar-benar hina yang menyengsarakan rakyat.

Dalam melakukan evaluasi tidak harus dengan intonasi …

Perawat Shift Malam Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung Koroner

Para peneliti menemukan bahwa perawat yang mendapatkan shift malam selama 10 tahun atau lebih, beresiko 15 persen terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan wanita yang jarang mendapatkan jaga malam.

“Ada sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi. Kami masih melihat peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift,” kata pemimpin peneliti, Celine Vetter, seperti dilansir laman NBC, Kamis (26/5).

Sementara, The International Agency for Research on Cancer mengatakan, bahwa kerja shift malam mungkin menyebabkan kanker. Ini dikaitkan dengan kanker payudara dan jenis kanker lainnya serta diabetes dan gangguan tidur.

Untuk studi ini, para peneliti melihat dua studi kesehatan perawat wanita sejak 1976. Setiap dua tahun, lebih dari 300 ribu perawat atau mantan perawat melaporkan kesehatan dan kebiasaan mereka.

Tim peneliti mendefinisikan penyak…