Header Ads

Presiden Jokowi Jadikan Perawat Salah Satu Simbol Perjuangan Bangsa.



Jakarta.,_Kepala Sekretaris Presiden Darmansjah Djumala menjelaskan bahwa komposisi undangan yang hadir pada upacara HUT RI di Istana sama seperti tahun lalu, yakni 70 % masyarakat dan 30 % pejabat.

Acara 17 Agustus di Istana tahun 2016 ini, Presiden Jokowi akan mengundang secara khusus sejumlah orang istimewa.

Mereka adalah sosok-sosok inspirator pembangunan di masyarakat, juga para juara olimpiade matematika dan sains, serta para pelajar yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan taman kanak-kanak.

Presiden mengundang mereka bukan tanpa alasan yang kuat. Presiden ingin mereka menjadi simbol perjuangan bangsa.

Inspirator pembangunan masyarakat itu, Darmansjah memberikan contoh, ada seorang yang disebut Suster Apung. Andi Rabiah atau lebih dikenal Suster Apung merupakan perawat yang menangani pasien di Kepulauan Sulawesi dan Flores secara independen, sumber: kompas.,com

Dua orang perawat Siak mendapat predikat perawat teladan.

Penelusuran disitus lain (riaupos.,co), Prestasi yang ditoreh oleh perawat puskesmas di Kabupaten Siak membuahkan hasil. Setelah meraih predikat sebagai paramedis teladan tingkat Provinsi Riau, mereka diundang ke Istana Negara pada perayaan HUT Ke-70 RI. Dua perawat yang beruntung itu, Desy Yarsina dari Puskesmas Sungaiapit, dan Juniria Nalsasila dari Puskesmas Sungai Mandau.

“Alhamdulillah, mereka jadi yang terbaik,” kata Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi saat mendapat kabar dua perawat diundang ke Istana Negara, Rabu (27/7).

Sebelumnya mereka diseleksi di tingkat kabupaten, dilanjutkan ke tingkat ke provinsi. Dua orang perawat Siak mendapat predikat perawat teladan.

“Mereka akan mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,” kata dia.

Kadiskes Siak dr HR Thoni Chandra MKes mengakui dua perawat tersebut tak hanya berkemampuan saja, tapi kecakapan, sikap dan skill-keahlian mereka sudah teruji. Dalam berbagai tugas di lapangan mampu dilaksanakan dengan baik dan sempurna. Begitu juga dengan tim penilai provinsi yang menilai mereka.

“Dari sekian banyak (ratusan) tenaga paramedis, mereka berdua yang dapat predikat pegawai teladan,” kata Thoni.