Langsung ke konten utama

Perawat Makin Kenal Telegram

                             "Perawat Makin Banyak Yang Kenal Telegram" 

CARA MENGGUNAKAN TELEGRAM.
1.Install aplikasi Telegram. 
Buka App Store atau Google Play dan mencari Telegram. Cari aplikasi dengan logo pesawat kertas dan silahkan anda install.
2. Masukkan nomor telepon Anda. 
Anda akan diminta untuk memasukkan nomor telepon Anda. Telegram akan segera mengirimkan pesan teks dengan kode empat digit untuk memverifikasi bahwa itu memang benar nomor Anda. Masukkan kode ke app untuk melanjutkan.
3. Tambahkan nama dan gambar. 
Telegram memungkinkan pengguna membuat profil anda sendiri, lengkap dengan nama dan gambar. Masukkan informasi ini untuk melanjutkan.
4. Cari teman dengan Telegram. 
Telegram otomatis dapat mencari kontak untuk teman-teman yang menggunakan Telegram jika Anda memberikan izin aplikasi untuk mengakses Address book Anda. Ketika Anda menekan tab Contact di bagian bawah kiri layar, Telegram akan menampilkan daftar teman yang menggunakan Telegram dan juga daftar Contact yang tidak mendaftar di telegram. Anda dapat mengirim undangan untuk bergabung ngobrol dengan menekan pada nama teman yang belum menggunakan Telegram.
5. Mulai obrolan. 
Pilih seorang teman yang memiliki akun Telegram untuk memulai obrolan baru. Mirip dengan WhatsApp dan aplikasi SMS lainnya, ada kolom teks di bagian bawah layar yang digunakan untuk mengetik pesan.
###
Jika Anda ingin langsung menggunakan Telegram tanpa harus diinstal baik di komputer atau HP. Anda bisa langsung menuju laman berikut -->https://web.telegram.org

Kelebihan Telegram :
1. Telegram adalah aplikasi gratis dan akan terus gratis. (tidak akan pernah ada iklan atau biaya lain untuk selamanya)
2. Telegram mengirim pesan lebih cepat. (Telegram berbasis cloud)
3. Telegram lebih ringan ketika dijalankan. Ukuran aplikasi yang lebih kecil.
4. Telegram dapat diakses dari berbagai perangkat termasuk diantaranya : telepon genggam, tablet, komputer, laptop dan lain-lain secara bersamaan. Telegram adalah aplikasi messenger berbasis cloud sehingga proses sinkronisasi terjadi dengan mulus. Apabila pengguna sedang menggunakan komputer atau laptop, aplikasi Telegram pada telepon genggam tidak perlu aktif sehingga lebih menghemat batere.
5. Telegram mengijinkan kita berbagi foto, video, file (doc, zip, mp3, dan lain-lain) dengan ukuran maksimum 1.5 GB per file. Whatsapp hanya mengijinkan foto, video dengan ukuran maksimum 16 MB.
6. Groups pada Telegram memiliki kapasitas 5000 orang. Whatsapp groups berkapasitas maksimum 256 orang.
8. Fitur Stickers pada Telegram.
- Gratis-Cepat: Telegram menggunakan format WebP untuk stickers sehingga sticker ditampilkan 5x lebih cepat dibandingkan dengan aplikasi messenger lainnya.
- Sangat mudah untuk membuat stickers sendiri.
9. Fitur Bot pada Telegram. Bot adalah akun yang dijalankan oleh aplikasi (bukan orang). Bot biasanya memiliki fitur AI (Artificial Intelligence / kecerdasan buatan). Bot dapat melakukan apa saja: mengajar, bermain game, melakukan pencarian, melakukan penyiaran, mengingatkan, menghubungkan, integrasi dengan layanan lain, dan segala macam hal internet yang dapat anda bayangkan.
10. Telegram lebih aman. Untuk penggunaan biasa, Telegram lebih aman dibandingkan dengan Whatsapp. Apabila Anda paranoid soal keamanan, maka Telegram memiliki fitur secret chat yang jauh lebih aman.
Semoga bermanfaat 😀

https://www.facebook.com/infokeperawatan/posts/295646930772336

Komentar

Pos populer dari blog ini

Perawat Kecam Sikap Arogansi Gubernur Jambi Zumi Zola

Suaraperawat.com, Jakarta._ Menanggapi sikap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola menuai ribuan protes serta kecaman dari puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media.

Mereka menilai Zumi Zola mengamuk, menghardik dan membanting kursi, pukul meja bahkan juga menendang tempat sampah saat ia keluar dari ruangan petugas jaga rumah sakit adalah perbuatan yang sangat blunder dan penuh arogansi.

"Kepada orang biasa saja tidaklah patut berbuat demikian , mirip seperti menggebah ayam yang masuk ke pekarangan, apalagi terhadap perawat dan dokter yang merupakan orang-orang terdidik. Dan sikap arogansi ini dilakukan oleh seorang gubernur", komentar salah satu supers di grup Suara Perawat.

Kronologis kejadiannya adalah ketika orang nomor satu di Jambi ini inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (20/1), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mendapati pegawai tugas jaga, perawat dan dokter yang tidur, lalu ia mengamuk, menghardik serta membanting kursi dan pukul meja…

SURAT TERBUKA KAMI ”SUARA PERAWAT INDONESIA” UNTUK BAPAK GUBERNUR ZUMI ZOLA YANG TERHORMAT

Minggu 22 januari 2017 terus ramai perbincangan di media sosial mengenai bapak gubernur yang terhormat bapak Zumi Zola terkait sidaknya ke RSUD Raden Mataher Jambi, dan beredar pula vidio yang berdurasi kurang lebihnya 3 menit, banyak kontroversi dari para netizen dalam menanggapi vidio tersebut.

Terlepas dari semua kasus ini, biarlah profesi kami profesi tenaga kesehatan yang khususnya kami perawat indonesia menjadi sebuah ajang evaluasi, evaluasi kami di berbagai lini, semoga dari kejadian ini akan menjadi hikmah buat kami tenaga kesehatan khusunya kami perawat indonesia.


Dear bapak gubernur yang terhormat,
Dalam melakukan sidak dan mengevaluasi kami selaku tenaga kesehatan khusunya kami Perawat Indonesia, perlakukanlah kami sebagai profesi perlakukanlah kami sebagai manusia, kami masih mempunyai hati dan perasaan, kesalahan kami bukanlah kesalahan seperti maling bahkan koruptor yang benar-benar hina yang menyengsarakan rakyat.

Dalam melakukan evaluasi tidak harus dengan intonasi …

Perawat Shift Malam Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung Koroner

Para peneliti menemukan bahwa perawat yang mendapatkan shift malam selama 10 tahun atau lebih, beresiko 15 persen terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan wanita yang jarang mendapatkan jaga malam.

“Ada sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi. Kami masih melihat peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift,” kata pemimpin peneliti, Celine Vetter, seperti dilansir laman NBC, Kamis (26/5).

Sementara, The International Agency for Research on Cancer mengatakan, bahwa kerja shift malam mungkin menyebabkan kanker. Ini dikaitkan dengan kanker payudara dan jenis kanker lainnya serta diabetes dan gangguan tidur.

Untuk studi ini, para peneliti melihat dua studi kesehatan perawat wanita sejak 1976. Setiap dua tahun, lebih dari 300 ribu perawat atau mantan perawat melaporkan kesehatan dan kebiasaan mereka.

Tim peneliti mendefinisikan penyak…