Langsung ke konten utama

Perawat Yang Terlibat Dalam Perang Gerilya Ini Meninggal Dunia.

Prosesi pemakaman Hj Siti Halimah Tusakdiah, Ibunda Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, di Kota Rebah Sungai Timun, Tanjungpinang, Minggu(19/6/2016) siang.

TANJUNGPINANG - Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah begitu berat melepaskan kepergian ibundanya dari rumah duka, di Perumahan Kijang Kencana 4 Blok F Nomor 86Tanjungpinang.

Dengan suara terpatah-patah, Wali Kota Tanjungpinang itu menceritakan riwayat ibundanya.

Kepada ribuan pelayat yang hadir, Lis mengatakan bahwa ibundanya adalah seorang perawat.

Dia pernah bertugas di Wonosobo dan terlibat dalam perang gerilya sebagai anggota Palang Merah Indonesia (PMI) selama 1941-1943.

Pada waktu itu ibundanya ikut mendampingi pasukan Jenderal Besar Sudirman.

"Setelah terlibat dalam perang gerilya, ibunda saya lalu bekerja di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) di Semarang dan meminta untuk pindah tugas ke RS AD Tanjungpinang yang saat ini menjadi RS AL," ucap Lis dengan suara terpatah-patah.

Sampai pada 1970, ibundanya masih bekerja sebagai perawat di RS AD Tanjungpinang sampai akhirnya mengundurkan diri karena suaminya jatuh sakit.

Ibundanya akhirnya memilih untuk merawat sang suami.

"Karena terlibat langsung sebagai perawat dalam perang gerilya, ibunda saya menerima bintang gerilya dari pemerintah Indoensia," ungkap Lis.

sumber: batam tribunnews com

Komentar

Pos populer dari blog ini

Perawat Kecam Sikap Arogansi Gubernur Jambi Zumi Zola

Suaraperawat.com, Jakarta._ Menanggapi sikap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola menuai ribuan protes serta kecaman dari puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media.

Mereka menilai Zumi Zola mengamuk, menghardik dan membanting kursi, pukul meja bahkan juga menendang tempat sampah saat ia keluar dari ruangan petugas jaga rumah sakit adalah perbuatan yang sangat blunder dan penuh arogansi.

"Kepada orang biasa saja tidaklah patut berbuat demikian , mirip seperti menggebah ayam yang masuk ke pekarangan, apalagi terhadap perawat dan dokter yang merupakan orang-orang terdidik. Dan sikap arogansi ini dilakukan oleh seorang gubernur", komentar salah satu supers di grup Suara Perawat.

Kronologis kejadiannya adalah ketika orang nomor satu di Jambi ini inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (20/1), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mendapati pegawai tugas jaga, perawat dan dokter yang tidur, lalu ia mengamuk, menghardik serta membanting kursi dan pukul meja…

SURAT TERBUKA KAMI ”SUARA PERAWAT INDONESIA” UNTUK BAPAK GUBERNUR ZUMI ZOLA YANG TERHORMAT

Minggu 22 januari 2017 terus ramai perbincangan di media sosial mengenai bapak gubernur yang terhormat bapak Zumi Zola terkait sidaknya ke RSUD Raden Mataher Jambi, dan beredar pula vidio yang berdurasi kurang lebihnya 3 menit, banyak kontroversi dari para netizen dalam menanggapi vidio tersebut.

Terlepas dari semua kasus ini, biarlah profesi kami profesi tenaga kesehatan yang khususnya kami perawat indonesia menjadi sebuah ajang evaluasi, evaluasi kami di berbagai lini, semoga dari kejadian ini akan menjadi hikmah buat kami tenaga kesehatan khusunya kami perawat indonesia.


Dear bapak gubernur yang terhormat,
Dalam melakukan sidak dan mengevaluasi kami selaku tenaga kesehatan khusunya kami Perawat Indonesia, perlakukanlah kami sebagai profesi perlakukanlah kami sebagai manusia, kami masih mempunyai hati dan perasaan, kesalahan kami bukanlah kesalahan seperti maling bahkan koruptor yang benar-benar hina yang menyengsarakan rakyat.

Dalam melakukan evaluasi tidak harus dengan intonasi …

Perawat Shift Malam Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung Koroner

Para peneliti menemukan bahwa perawat yang mendapatkan shift malam selama 10 tahun atau lebih, beresiko 15 persen terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan wanita yang jarang mendapatkan jaga malam.

“Ada sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi. Kami masih melihat peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift,” kata pemimpin peneliti, Celine Vetter, seperti dilansir laman NBC, Kamis (26/5).

Sementara, The International Agency for Research on Cancer mengatakan, bahwa kerja shift malam mungkin menyebabkan kanker. Ini dikaitkan dengan kanker payudara dan jenis kanker lainnya serta diabetes dan gangguan tidur.

Untuk studi ini, para peneliti melihat dua studi kesehatan perawat wanita sejak 1976. Setiap dua tahun, lebih dari 300 ribu perawat atau mantan perawat melaporkan kesehatan dan kebiasaan mereka.

Tim peneliti mendefinisikan penyak…