Langsung ke konten utama

Penculik Calon Perawat Dijerat Pasal Berlapis

DIGELANDANG: Pelaku penculikan terhadap seorang calon perawat, Muhammad ZS digelandang polisi menuju ruang pemeriksaan di Mapolda DIY. (suaramerdeka.com/Gading Persada)
SLEMAN, suaramerdeka.com – Muhammad ZS, tersangka pelaku penculikan terhadap seorang calon perawat bernama Henny Retno Gumilar bakal dijerat pasal berlapis oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY.

“Kepada pelaku kami jerat dengan tiga pasal berlapis yakni pasal 328 KUHP tentang penculikan dengan ancaman 12 tahun. Lalu subsider pasal 368 dan pasal 333 KUHP tentang pemerasan dan meramas kemerdekaan seseorang. Kedua pasal itu masing-masing ancaman hukumannya sembilan dan delapan tahun penjara,” tutur Kasubdit I Kamneg Polda DIY AKBP G.M Saragih, Kamis (16/6) pagi.

Menurut Saragih dari pemeriksaan yang sudah dilakukan terhadap tersangka, polisi mendapati bahwa pelaku sendirian dalam melakukan kejahatan penculikan tersebut. Dari keterangan tersangka, dirinya nekat menculik karena faktor terdesak ekonomi.

“Dari tersangka, petugas menyita dua buah ponsel yang digunakan untuk berkomunikasi. Bukti itu kuat karena ponsel tersebut juga dipakai tersangka untuk menghubungi keluarga korban dengan maksud meminta uang tebusan senilai Rp 34 juta,” jelas dia mewakili Kapolda DIY Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat.

Lebih lanjut dijelaskannya, belajar dari kasus tersebut, Saragih pun mengimbau, kepada masyarakat terutama yang memiliki anak perempuan agar lebih hati-hati dan memperhatikan anaknya.

“Selain itu, jika mendapati kasus serupa segera melapor ke polisi secepatnya agar pelaku tidak terlalu jauh kabur sehingga bisa cepat tertangkap,” tegas dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Muhammad ZS ditangkap di sebuah tempat penginapan di kawasan Bandungan, Semarang, pada Minggu (14/6) malam. Saat ditangkap dia tengah bersama korban yang diculiknya. Dalam aksi penculikan terhadap korban yang ternyata merupakan teman pelaku saat SMP dan SMA itu, keluarga korban sempat dimintai uang tebusan Rp 34 juta.

“Modusnya pelaku bilang ke korban kalau kedua orang tua korban punya penyakit aneh dan bisa disembuhkan oleh orang pintar di Bandungan. Korban pun terbujuk dan dibawa lari pelaku,” tambah Saragih.

suara merdeka com

Komentar

Pos populer dari blog ini

Perawat Kecam Sikap Arogansi Gubernur Jambi Zumi Zola

Suaraperawat.com, Jakarta._ Menanggapi sikap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola menuai ribuan protes serta kecaman dari puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media.

Mereka menilai Zumi Zola mengamuk, menghardik dan membanting kursi, pukul meja bahkan juga menendang tempat sampah saat ia keluar dari ruangan petugas jaga rumah sakit adalah perbuatan yang sangat blunder dan penuh arogansi.

"Kepada orang biasa saja tidaklah patut berbuat demikian , mirip seperti menggebah ayam yang masuk ke pekarangan, apalagi terhadap perawat dan dokter yang merupakan orang-orang terdidik. Dan sikap arogansi ini dilakukan oleh seorang gubernur", komentar salah satu supers di grup Suara Perawat.

Kronologis kejadiannya adalah ketika orang nomor satu di Jambi ini inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (20/1), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mendapati pegawai tugas jaga, perawat dan dokter yang tidur, lalu ia mengamuk, menghardik serta membanting kursi dan pukul meja…

SURAT TERBUKA KAMI ”SUARA PERAWAT INDONESIA” UNTUK BAPAK GUBERNUR ZUMI ZOLA YANG TERHORMAT

Minggu 22 januari 2017 terus ramai perbincangan di media sosial mengenai bapak gubernur yang terhormat bapak Zumi Zola terkait sidaknya ke RSUD Raden Mataher Jambi, dan beredar pula vidio yang berdurasi kurang lebihnya 3 menit, banyak kontroversi dari para netizen dalam menanggapi vidio tersebut.

Terlepas dari semua kasus ini, biarlah profesi kami profesi tenaga kesehatan yang khususnya kami perawat indonesia menjadi sebuah ajang evaluasi, evaluasi kami di berbagai lini, semoga dari kejadian ini akan menjadi hikmah buat kami tenaga kesehatan khusunya kami perawat indonesia.


Dear bapak gubernur yang terhormat,
Dalam melakukan sidak dan mengevaluasi kami selaku tenaga kesehatan khusunya kami Perawat Indonesia, perlakukanlah kami sebagai profesi perlakukanlah kami sebagai manusia, kami masih mempunyai hati dan perasaan, kesalahan kami bukanlah kesalahan seperti maling bahkan koruptor yang benar-benar hina yang menyengsarakan rakyat.

Dalam melakukan evaluasi tidak harus dengan intonasi …

Perawat Shift Malam Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung Koroner

Para peneliti menemukan bahwa perawat yang mendapatkan shift malam selama 10 tahun atau lebih, beresiko 15 persen terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan wanita yang jarang mendapatkan jaga malam.

“Ada sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi. Kami masih melihat peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift,” kata pemimpin peneliti, Celine Vetter, seperti dilansir laman NBC, Kamis (26/5).

Sementara, The International Agency for Research on Cancer mengatakan, bahwa kerja shift malam mungkin menyebabkan kanker. Ini dikaitkan dengan kanker payudara dan jenis kanker lainnya serta diabetes dan gangguan tidur.

Untuk studi ini, para peneliti melihat dua studi kesehatan perawat wanita sejak 1976. Setiap dua tahun, lebih dari 300 ribu perawat atau mantan perawat melaporkan kesehatan dan kebiasaan mereka.

Tim peneliti mendefinisikan penyak…