Langsung ke konten utama

Kalbar Kekurangan Tenaga Perawat

BKD Kalbar imbau PNS tidak ajukan pensiun dini

Sampai saat ini Kalbar masih banyak kekurangan tenaga PNS, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
Pontianak (ANTARA News) - Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Kartius, memastikan Kalbar masih banyak kekurangan tenaga PNS sehingga pihaknya mengimbau seluruh PNS yang belum memasuki masa pensiun agar tidak mengajukan pensiun dini.

"Sampai saat ini Kalbar masih banyak kekurangan tenaga PNS, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Untuk itu jika ada PNS yang akan mengajukan pensiun dini untuk berpikir kembali karena provinsi ini masih kekurangan tenaga PNS," kata Kartius di Pontianak, Sabtu.

Terkait hal itu, dirinya bersyukur karena sampai saat ini belum ada PNS di Kalbar yang mengajukan pensiun dini dan pihaknya sendiri belum melakukan pemberhentian terhadap PNS.

"Berdasarkan analisis BKD, belum perlu ada pegawai yang diberhentikan. Saya belum mengajukan (pemberhentian), kecuali gubernur dan menteri berpendapat lain," tuturnya.

Hal itu juga disampaikannya untuk memberikan informasi kepada Menpan akan kondisi kekurangan tenaga pegawai di daerah.

"Informasi ini jelas bertolak belakang dengan analisis dan kebijakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB, Yuddy Chrisnandi. Menteri tersebut mengatakan Indonesia kelebihan pegawai negeri, padahal kondisi di Pulau Jawa dengan luar Jawa berbeda," tuturnya.

Kartius menyebutkan logika sederhananya. Jika jumlah pegawai negeri di Kalbar ini berlebihan, pemerintah kabupaten tak akan mengangkat tenaga honor.

Saat ini masih terdapat tenaga honor dan kontrak baik di pemerintah provinsi, kabupaten, maupun kecamatan. Keberadaan tenaga honor dan kontrak ini dikarenakan pemerintah tak bisa mengangkat pegawai negeri untuk menutupi kekurangan tenaga tersebut.

"Dokter masih kurang. Di kota maupun ibu kota provinsi memang dokter cukup, tetapi di daerah pelosok jangankan dokter, perawat dan bidan saja masih kurang," kata Kartius.

Tak hanya tenaga kesehatan, daerah-daerah pelosok di Kalbar juga kekurangan tenaga guru. Bahkan ada sekolah yang hanya memiliki dua guru untuk mengajar pada enam kelas.

Kartius berharap pemerintah pusat bisa mengkaji kembali rencana pemberhentian satu juta pegawai negeri. Di Kalbar jumlah pegawai negeri yang pensiun setiap tahunnya mencapai 100 orang.

"Jumlah yang pensiun banyak, tetapi penerimaan pegawai sempat beberapa tahun moratorium," kata dia.

sumber: antaranewscom

Komentar

Pos populer dari blog ini

Perawat Kecam Sikap Arogansi Gubernur Jambi Zumi Zola

Suaraperawat.com, Jakarta._ Menanggapi sikap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola menuai ribuan protes serta kecaman dari puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media.

Mereka menilai Zumi Zola mengamuk, menghardik dan membanting kursi, pukul meja bahkan juga menendang tempat sampah saat ia keluar dari ruangan petugas jaga rumah sakit adalah perbuatan yang sangat blunder dan penuh arogansi.

"Kepada orang biasa saja tidaklah patut berbuat demikian , mirip seperti menggebah ayam yang masuk ke pekarangan, apalagi terhadap perawat dan dokter yang merupakan orang-orang terdidik. Dan sikap arogansi ini dilakukan oleh seorang gubernur", komentar salah satu supers di grup Suara Perawat.

Kronologis kejadiannya adalah ketika orang nomor satu di Jambi ini inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (20/1), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mendapati pegawai tugas jaga, perawat dan dokter yang tidur, lalu ia mengamuk, menghardik serta membanting kursi dan pukul meja…

SURAT TERBUKA KAMI ”SUARA PERAWAT INDONESIA” UNTUK BAPAK GUBERNUR ZUMI ZOLA YANG TERHORMAT

Minggu 22 januari 2017 terus ramai perbincangan di media sosial mengenai bapak gubernur yang terhormat bapak Zumi Zola terkait sidaknya ke RSUD Raden Mataher Jambi, dan beredar pula vidio yang berdurasi kurang lebihnya 3 menit, banyak kontroversi dari para netizen dalam menanggapi vidio tersebut.

Terlepas dari semua kasus ini, biarlah profesi kami profesi tenaga kesehatan yang khususnya kami perawat indonesia menjadi sebuah ajang evaluasi, evaluasi kami di berbagai lini, semoga dari kejadian ini akan menjadi hikmah buat kami tenaga kesehatan khusunya kami perawat indonesia.


Dear bapak gubernur yang terhormat,
Dalam melakukan sidak dan mengevaluasi kami selaku tenaga kesehatan khusunya kami Perawat Indonesia, perlakukanlah kami sebagai profesi perlakukanlah kami sebagai manusia, kami masih mempunyai hati dan perasaan, kesalahan kami bukanlah kesalahan seperti maling bahkan koruptor yang benar-benar hina yang menyengsarakan rakyat.

Dalam melakukan evaluasi tidak harus dengan intonasi …

Perawat Shift Malam Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung Koroner

Para peneliti menemukan bahwa perawat yang mendapatkan shift malam selama 10 tahun atau lebih, beresiko 15 persen terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan wanita yang jarang mendapatkan jaga malam.

“Ada sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi. Kami masih melihat peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift,” kata pemimpin peneliti, Celine Vetter, seperti dilansir laman NBC, Kamis (26/5).

Sementara, The International Agency for Research on Cancer mengatakan, bahwa kerja shift malam mungkin menyebabkan kanker. Ini dikaitkan dengan kanker payudara dan jenis kanker lainnya serta diabetes dan gangguan tidur.

Untuk studi ini, para peneliti melihat dua studi kesehatan perawat wanita sejak 1976. Setiap dua tahun, lebih dari 300 ribu perawat atau mantan perawat melaporkan kesehatan dan kebiasaan mereka.

Tim peneliti mendefinisikan penyak…