Langsung ke konten utama

Ingin Jadi Perawat Profesional, Penyanyi Cantik Ini Tempuh Studi ke Filipina

BANJARMASIN - Bagi penyanyi dangdut berprestasi Banua Shella Juliama Winarti S Kep atau yang dikenal dengan panggilan Shella Amalia tak hanya bernyanyi saja yang ia lakoni.

Dunia pendidikan pun ia rasa sangat penting baginya. Sehingga usai menamatkan studinya di S1 Keperawatan di Stikes Suaka Insan Banjarmasin 2015 lalu ia berencana melanjutkan studi lanjutan ke Filipina

"Kemarin sempat 1 tahun istirahat study .nah kemudian aku mau melanjutkan ke study lanjutan perawat yakni NERS, dan pilihan ku dan orang tua melanjutkan ke Filipina," ucap gadis kelahiran Muarateweh 4 Juli 1993 yang memilik seabrek prestasi ini.

Kenapa memilihj Filipina, penyanyi berkulit putih ini mengatakan untuk instansi pusatnya di Filipina dimana ada tiga tingkat yang pertama tingkat biasa di Banjarmasin. Tingkat menengah di Yogjakarta dam tingkat atas Filipina.

"Orang tua juga menyarakan di Filipina supaya lebih bisa menjadi perawat profesional tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri, dan aku juga ingin buktikan bahwa aku bukan saja penyanyi. Tapi juga sarjana di bidang perawatan," paparnya.

Sekedar diketahui prestasi Shella sendiri di dunia nyanyi cukup membanggakan yakni ia pernah masuk 50 besar audisi KDI 2014 di Jakarta, 50 Besar Indonesia Idol jakarta 2014, dan terbaru 20 besar dangdut academy 3 di Indosiar dan juara 1 vocal solo se Banjarmasin 2015.

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: banjarmasintribunnewscom

Komentar

Pos populer dari blog ini

Perawat Kecam Sikap Arogansi Gubernur Jambi Zumi Zola

Suaraperawat.com, Jakarta._ Menanggapi sikap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola menuai ribuan protes serta kecaman dari puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media.

Mereka menilai Zumi Zola mengamuk, menghardik dan membanting kursi, pukul meja bahkan juga menendang tempat sampah saat ia keluar dari ruangan petugas jaga rumah sakit adalah perbuatan yang sangat blunder dan penuh arogansi.

"Kepada orang biasa saja tidaklah patut berbuat demikian , mirip seperti menggebah ayam yang masuk ke pekarangan, apalagi terhadap perawat dan dokter yang merupakan orang-orang terdidik. Dan sikap arogansi ini dilakukan oleh seorang gubernur", komentar salah satu supers di grup Suara Perawat.

Kronologis kejadiannya adalah ketika orang nomor satu di Jambi ini inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (20/1), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mendapati pegawai tugas jaga, perawat dan dokter yang tidur, lalu ia mengamuk, menghardik serta membanting kursi dan pukul meja…

SURAT TERBUKA KAMI ”SUARA PERAWAT INDONESIA” UNTUK BAPAK GUBERNUR ZUMI ZOLA YANG TERHORMAT

Minggu 22 januari 2017 terus ramai perbincangan di media sosial mengenai bapak gubernur yang terhormat bapak Zumi Zola terkait sidaknya ke RSUD Raden Mataher Jambi, dan beredar pula vidio yang berdurasi kurang lebihnya 3 menit, banyak kontroversi dari para netizen dalam menanggapi vidio tersebut.

Terlepas dari semua kasus ini, biarlah profesi kami profesi tenaga kesehatan yang khususnya kami perawat indonesia menjadi sebuah ajang evaluasi, evaluasi kami di berbagai lini, semoga dari kejadian ini akan menjadi hikmah buat kami tenaga kesehatan khusunya kami perawat indonesia.


Dear bapak gubernur yang terhormat,
Dalam melakukan sidak dan mengevaluasi kami selaku tenaga kesehatan khusunya kami Perawat Indonesia, perlakukanlah kami sebagai profesi perlakukanlah kami sebagai manusia, kami masih mempunyai hati dan perasaan, kesalahan kami bukanlah kesalahan seperti maling bahkan koruptor yang benar-benar hina yang menyengsarakan rakyat.

Dalam melakukan evaluasi tidak harus dengan intonasi …

Perawat Shift Malam Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung Koroner

Para peneliti menemukan bahwa perawat yang mendapatkan shift malam selama 10 tahun atau lebih, beresiko 15 persen terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan wanita yang jarang mendapatkan jaga malam.

“Ada sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi. Kami masih melihat peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift,” kata pemimpin peneliti, Celine Vetter, seperti dilansir laman NBC, Kamis (26/5).

Sementara, The International Agency for Research on Cancer mengatakan, bahwa kerja shift malam mungkin menyebabkan kanker. Ini dikaitkan dengan kanker payudara dan jenis kanker lainnya serta diabetes dan gangguan tidur.

Untuk studi ini, para peneliti melihat dua studi kesehatan perawat wanita sejak 1976. Setiap dua tahun, lebih dari 300 ribu perawat atau mantan perawat melaporkan kesehatan dan kebiasaan mereka.

Tim peneliti mendefinisikan penyak…