Langsung ke konten utama

Gaji Tertunggak 4 Bulan, Perawat RSUD Nagan Raya Unjuk Rasa



MEULABOH, KOMPAS.com - Seratusan tenaga perawat dan bidan honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nagan Raya, Aceh, ramai-ramai mendatangi direktur rumah sakit tersebut dan menuntut pembayaran upah jasa pelayanan mereka. Sudah empat bulan mereka belum menerima gaji.

"Sudah sejak bulan Februari 2016 kami belum dibayar honor, sehingga kami hari ini mempertanyakan langsung kepada direktur," kata Amir, salah satu tenaga perawat honorer kepada wartawan, Rabu (1/6/2016).

Selain upah jasa yang tertunggak, mereka juga mengeluhkan penghapusan uang intensif bulanan sebesar Rp 200.000 per orang. Demonstran juga mengeluhkan honor yang berkurang dari waktu sebelumnya.

"Kami tidak tahu kebijakan direktur yang sekarang, padahal jumlah pasien yang kami layani setiap hari terus meningkat," kata Amir.

Selama berunjuk rasa, mereka meninggalkan seluruh kamar ruang rawat pasien sehingga pelayanan terhadap pasien sempat terganggu.

"Saya tidak tahu mereka melakukan demo karena persoalan gaji sudah saya sampaikan kepada masing-masing kepala ruangan kemarin bahwa gaji mereka hari ini akan kita cairkan untuk untuk pembayaran bulan Februari dan Maret," kata Direktur RSUD Nagan Raya Agussyah Putra saat dikonfirmasi wartawan.

Agus mengakui bahwa gaji perawat dan bidan honorer belakangan ini sering terlambat karena harus menunggu pencairan dana dari Badan Pelaksana Jaminan Sosial.

"Gaji mereka memang bukan seperti gaji PNS setiap bulan masuk, tapi untuk membayar mereka kita harus menunggu dari BPJS. Memang kadang-kadang sampai empat atau tiga bulan baru cair," katanya.

http://regionalkompas.com/

Komentar

Pos populer dari blog ini

Perawat Kecam Sikap Arogansi Gubernur Jambi Zumi Zola

Suaraperawat.com, Jakarta._ Menanggapi sikap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola menuai ribuan protes serta kecaman dari puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media.

Mereka menilai Zumi Zola mengamuk, menghardik dan membanting kursi, pukul meja bahkan juga menendang tempat sampah saat ia keluar dari ruangan petugas jaga rumah sakit adalah perbuatan yang sangat blunder dan penuh arogansi.

"Kepada orang biasa saja tidaklah patut berbuat demikian , mirip seperti menggebah ayam yang masuk ke pekarangan, apalagi terhadap perawat dan dokter yang merupakan orang-orang terdidik. Dan sikap arogansi ini dilakukan oleh seorang gubernur", komentar salah satu supers di grup Suara Perawat.

Kronologis kejadiannya adalah ketika orang nomor satu di Jambi ini inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (20/1), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mendapati pegawai tugas jaga, perawat dan dokter yang tidur, lalu ia mengamuk, menghardik serta membanting kursi dan pukul meja…

SURAT TERBUKA KAMI ”SUARA PERAWAT INDONESIA” UNTUK BAPAK GUBERNUR ZUMI ZOLA YANG TERHORMAT

Minggu 22 januari 2017 terus ramai perbincangan di media sosial mengenai bapak gubernur yang terhormat bapak Zumi Zola terkait sidaknya ke RSUD Raden Mataher Jambi, dan beredar pula vidio yang berdurasi kurang lebihnya 3 menit, banyak kontroversi dari para netizen dalam menanggapi vidio tersebut.

Terlepas dari semua kasus ini, biarlah profesi kami profesi tenaga kesehatan yang khususnya kami perawat indonesia menjadi sebuah ajang evaluasi, evaluasi kami di berbagai lini, semoga dari kejadian ini akan menjadi hikmah buat kami tenaga kesehatan khusunya kami perawat indonesia.


Dear bapak gubernur yang terhormat,
Dalam melakukan sidak dan mengevaluasi kami selaku tenaga kesehatan khusunya kami Perawat Indonesia, perlakukanlah kami sebagai profesi perlakukanlah kami sebagai manusia, kami masih mempunyai hati dan perasaan, kesalahan kami bukanlah kesalahan seperti maling bahkan koruptor yang benar-benar hina yang menyengsarakan rakyat.

Dalam melakukan evaluasi tidak harus dengan intonasi …

Perawat Shift Malam Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung Koroner

Para peneliti menemukan bahwa perawat yang mendapatkan shift malam selama 10 tahun atau lebih, beresiko 15 persen terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan wanita yang jarang mendapatkan jaga malam.

“Ada sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi. Kami masih melihat peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift,” kata pemimpin peneliti, Celine Vetter, seperti dilansir laman NBC, Kamis (26/5).

Sementara, The International Agency for Research on Cancer mengatakan, bahwa kerja shift malam mungkin menyebabkan kanker. Ini dikaitkan dengan kanker payudara dan jenis kanker lainnya serta diabetes dan gangguan tidur.

Untuk studi ini, para peneliti melihat dua studi kesehatan perawat wanita sejak 1976. Setiap dua tahun, lebih dari 300 ribu perawat atau mantan perawat melaporkan kesehatan dan kebiasaan mereka.

Tim peneliti mendefinisikan penyak…