Langsung ke konten utama

Agar Tetap Bugar Berpuasa, Ini Manajemen Sahur Ala Perawat

PONTIANAK - Sahur ternyata menjadi kunci bagi lancarnya aktivitas seharian menjalani puasa.

Dengan manajemen yang pas, kondisi fisik tetap bugar sepanjang hari.

Hal inilah yang dirasakan benar oleh saru diantara Perawat, yang bertugas di Rumah Sakit Ibu dan Anak, Anugrah Bunda Khatulistiwa (RSIA ABK), Prihandini Qadarsih (28).

“Momen sahur, jika benar mengaturnya, bisa membuat tubuh tetap bugar sepanjang hari, meski sedang berpuasa,” ujarnya, saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (10/06/2016) sore.

Ibu dari Ghazy Ayyash Zahidin ini membagikan tipsnya.

Menurutnya, asupan gizi dari makanan yang disantap saat sahur, berperan penting menjaga kebugaran. Oleh karena itu, perlu kiranya mengatur menu yang ada saat sahur.

Selain itu, dirinya juga menyebutkan, jam tidur yang cukup, turut pula berpengaruh signifikan. Jika durasi waktu tidur yang dibutuhkan tubuh terpenuhi, juga menjadikan badan tetap bugar, begitu pula sebaliknya.

Maka sebaiknya, sudah direncanakan secara baik, jam berapa akan tidur, lalu jam berapa pula harus bangun untuk sahur. Hak ini dirasanya perlu, mengingat perannya sebagai ibu rumah tangga, sekaligus mempersiapkan diri untuk aktivitas bekerja siang harinya.

Terksait aktivitasnya sebagai perawat, yang menuntut endurance (daya tahan tubuh) lebih, terutama saat Ramadan, disebutnya tak terlalu berbeda dari hari-hari lainnya di luar Ramadan. Pola kerja yang menerapkan shift - shift (jadwal jaga bergantian), disebutnya turut membantunya dalam mebiasakan diri selamaRamadan.

Ia juga harus pintar - pintar menbagi waktu. Mengingat momentum Ramadan identik dengan bulan ibadah, dia turut pula menetapkan target tertentu selama Ramadan. “Harapannya bisa dua Juz dalam sehari. Paling tidak satu Juz lah (tilawah Quran)nya,” pungkasnya.

Suasana kerja yang juga dipenuhi nuansa religiusitas, disebutnya membantunya merealisasikan targetnya ini. “Teman-teman yang lain, sepertinya juga lebih bersemangat ibadahnya,” tutupnya. (hak)

sumber: pontianak tribunnews com

Komentar

Pos populer dari blog ini

Perawat Kecam Sikap Arogansi Gubernur Jambi Zumi Zola

Suaraperawat.com, Jakarta._ Menanggapi sikap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola menuai ribuan protes serta kecaman dari puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media.

Mereka menilai Zumi Zola mengamuk, menghardik dan membanting kursi, pukul meja bahkan juga menendang tempat sampah saat ia keluar dari ruangan petugas jaga rumah sakit adalah perbuatan yang sangat blunder dan penuh arogansi.

"Kepada orang biasa saja tidaklah patut berbuat demikian , mirip seperti menggebah ayam yang masuk ke pekarangan, apalagi terhadap perawat dan dokter yang merupakan orang-orang terdidik. Dan sikap arogansi ini dilakukan oleh seorang gubernur", komentar salah satu supers di grup Suara Perawat.

Kronologis kejadiannya adalah ketika orang nomor satu di Jambi ini inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (20/1), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mendapati pegawai tugas jaga, perawat dan dokter yang tidur, lalu ia mengamuk, menghardik serta membanting kursi dan pukul meja…

SURAT TERBUKA KAMI ”SUARA PERAWAT INDONESIA” UNTUK BAPAK GUBERNUR ZUMI ZOLA YANG TERHORMAT

Minggu 22 januari 2017 terus ramai perbincangan di media sosial mengenai bapak gubernur yang terhormat bapak Zumi Zola terkait sidaknya ke RSUD Raden Mataher Jambi, dan beredar pula vidio yang berdurasi kurang lebihnya 3 menit, banyak kontroversi dari para netizen dalam menanggapi vidio tersebut.

Terlepas dari semua kasus ini, biarlah profesi kami profesi tenaga kesehatan yang khususnya kami perawat indonesia menjadi sebuah ajang evaluasi, evaluasi kami di berbagai lini, semoga dari kejadian ini akan menjadi hikmah buat kami tenaga kesehatan khusunya kami perawat indonesia.


Dear bapak gubernur yang terhormat,
Dalam melakukan sidak dan mengevaluasi kami selaku tenaga kesehatan khusunya kami Perawat Indonesia, perlakukanlah kami sebagai profesi perlakukanlah kami sebagai manusia, kami masih mempunyai hati dan perasaan, kesalahan kami bukanlah kesalahan seperti maling bahkan koruptor yang benar-benar hina yang menyengsarakan rakyat.

Dalam melakukan evaluasi tidak harus dengan intonasi …

Perawat Shift Malam Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung Koroner

Para peneliti menemukan bahwa perawat yang mendapatkan shift malam selama 10 tahun atau lebih, beresiko 15 persen terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan wanita yang jarang mendapatkan jaga malam.

“Ada sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi. Kami masih melihat peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift,” kata pemimpin peneliti, Celine Vetter, seperti dilansir laman NBC, Kamis (26/5).

Sementara, The International Agency for Research on Cancer mengatakan, bahwa kerja shift malam mungkin menyebabkan kanker. Ini dikaitkan dengan kanker payudara dan jenis kanker lainnya serta diabetes dan gangguan tidur.

Untuk studi ini, para peneliti melihat dua studi kesehatan perawat wanita sejak 1976. Setiap dua tahun, lebih dari 300 ribu perawat atau mantan perawat melaporkan kesehatan dan kebiasaan mereka.

Tim peneliti mendefinisikan penyak…