Langsung ke konten utama

Tentang Makassar Home Care, Layanan Kesehatan yang Raih Award Top Inovasi



Makassar - Sudah cukup lama Pemkot Makassar memiliki layanan kesehatan Home Care Dottorotta. Belakangan layanan itu diapresiasi pemerintah sebagai salah satu top inovasi pelayanan publik. Bagaimana sebetulnya layanan kesehatan itu?

Program ini tidak memandang status warga. Siapa pun warga Makassar yang menghubungi Call Center Home Care Puskesmas terdekat dari rumahnya akan didatangi tim medis reaksi cepat sesuai dengan kondisi penyakit warga.

Seperti layanan Home Care di puskesmas Kassi-kassi, yang kerap mendatangi rumah warga kelurahan Kassi-kassi, Kec. Rappocini, yang membutuhkan pelayanan medik darurat.

"Warga yang kami layani dengan program home care hanya untuk kondisi tidak memungkinkan, seperti tidak bisa bangun, pasien lansia, pasien pasca operasi atau pasca kemotherapy dari semua kalangan, kaya-miskin dan segala usia," ujar Dr. Al Adeka Misbah, koordinator Home Care Puskesmas/RSP Kassi-kassi pada detikcom, Senin (30/5/2016).

Tim medis yang datang ke rumah warga, lanjut Dr. Ade, terdiri dari perawat, dokter atau bidan, tergantung kebutuhan pasien dengan menggunakan mobil Ambulance Mini Dottorotta yang dilengkapi peralatan dan obat-obatan standar. Setelah itu, dokter akan memeriksa kondisi pasien untuk menentukan tindak lanjut perawatan pasien, untuk dirawat di puskesmas atau di rumah sakit. Jika tidak membutuhkan perawatan serius, warga hanya diedukasi untuk memeriksakan kesehatannya di puskesmas.

Dr. Ade menambahkan, selain menunggu telepon dari warga yang membutuhkan layanan kesehatan, tim Home Care juga akan melayani perawatan pasien pasca operasi, setelah pihak rumah sakit menginformasikan ke Dinas Kesehatan Makassar yang kemudian meneruskan ke puskesmas yang terdekat dari rumah warga yang sakit.

Pasangan suami-istri Sunardi (57) dan Nanik (59), warga Kassi-kassi yang ditemui detikcom di Puskesmas Kassi-kassi, memuji terobosan layanan kesehatan Pemkot Makassar seperti home care dan pelayanan kesehatan lainnya.

"Sebagai warga biasa, kita sangat terbantu dengan perbaikan-perbaikan layanan kesehatan di kota Makassar, kesigapan, keramahtamahan, dan kelengkapan peralatan mediknya sangat memuaskan," ujar ibu Nanik.

Berkat layanan ini, Pemkot Makassar kembali meraih penghargaan Top 35 Inovasi Pelayanan Publik 2016. Penghargaan diserahkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, yang didampingi Menpan RB Yuddy Chrisnandy pada Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto, di ruang Bhirawa hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis, (26/05). Selain Makassar, kota lain yang mendapat penghargaan adalah Bandung, Balikpapan dan Pontianak. Event ini diadakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) RI.
(mna/try)


news detik com

Komentar

Pos populer dari blog ini

Perawat Kecam Sikap Arogansi Gubernur Jambi Zumi Zola

Suaraperawat.com, Jakarta._ Menanggapi sikap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola menuai ribuan protes serta kecaman dari puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media.

Mereka menilai Zumi Zola mengamuk, menghardik dan membanting kursi, pukul meja bahkan juga menendang tempat sampah saat ia keluar dari ruangan petugas jaga rumah sakit adalah perbuatan yang sangat blunder dan penuh arogansi.

"Kepada orang biasa saja tidaklah patut berbuat demikian , mirip seperti menggebah ayam yang masuk ke pekarangan, apalagi terhadap perawat dan dokter yang merupakan orang-orang terdidik. Dan sikap arogansi ini dilakukan oleh seorang gubernur", komentar salah satu supers di grup Suara Perawat.

Kronologis kejadiannya adalah ketika orang nomor satu di Jambi ini inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (20/1), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mendapati pegawai tugas jaga, perawat dan dokter yang tidur, lalu ia mengamuk, menghardik serta membanting kursi dan pukul meja…

SURAT TERBUKA KAMI ”SUARA PERAWAT INDONESIA” UNTUK BAPAK GUBERNUR ZUMI ZOLA YANG TERHORMAT

Minggu 22 januari 2017 terus ramai perbincangan di media sosial mengenai bapak gubernur yang terhormat bapak Zumi Zola terkait sidaknya ke RSUD Raden Mataher Jambi, dan beredar pula vidio yang berdurasi kurang lebihnya 3 menit, banyak kontroversi dari para netizen dalam menanggapi vidio tersebut.

Terlepas dari semua kasus ini, biarlah profesi kami profesi tenaga kesehatan yang khususnya kami perawat indonesia menjadi sebuah ajang evaluasi, evaluasi kami di berbagai lini, semoga dari kejadian ini akan menjadi hikmah buat kami tenaga kesehatan khusunya kami perawat indonesia.


Dear bapak gubernur yang terhormat,
Dalam melakukan sidak dan mengevaluasi kami selaku tenaga kesehatan khusunya kami Perawat Indonesia, perlakukanlah kami sebagai profesi perlakukanlah kami sebagai manusia, kami masih mempunyai hati dan perasaan, kesalahan kami bukanlah kesalahan seperti maling bahkan koruptor yang benar-benar hina yang menyengsarakan rakyat.

Dalam melakukan evaluasi tidak harus dengan intonasi …

Perawat Shift Malam Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung Koroner

Para peneliti menemukan bahwa perawat yang mendapatkan shift malam selama 10 tahun atau lebih, beresiko 15 persen terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan wanita yang jarang mendapatkan jaga malam.

“Ada sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi. Kami masih melihat peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift,” kata pemimpin peneliti, Celine Vetter, seperti dilansir laman NBC, Kamis (26/5).

Sementara, The International Agency for Research on Cancer mengatakan, bahwa kerja shift malam mungkin menyebabkan kanker. Ini dikaitkan dengan kanker payudara dan jenis kanker lainnya serta diabetes dan gangguan tidur.

Untuk studi ini, para peneliti melihat dua studi kesehatan perawat wanita sejak 1976. Setiap dua tahun, lebih dari 300 ribu perawat atau mantan perawat melaporkan kesehatan dan kebiasaan mereka.

Tim peneliti mendefinisikan penyak…