Langsung ke konten utama

STATUS PERAWAT TAK KUNJUNG JELAS, Komisi II DPR Jengkel pada Menteri Yuddy Chrisnandi



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi II DPR RI dari FPKS Hadi Mulyadi menilai banyak kebijakan pemerintah yang bermasalah. Salah satu yang disorotinya adalah persoalan pengangkatan honorer kategori 2 (K2) yang tidak kunjung diangkat untuk menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

"Komisi II juga jengkel terhadap Menteri Yuddy (Chrisnandi) yang tidak konsisten dangan hasil rapat. Pada September 2014 dalam rapat dengar pendapat Menpan RB akan mengangkat 440.000 honorer K2 secara bertahap hingga 2019, tapi pada Januari 2016 Menpan RB membatalkan tidak ada pengangkatan honorer K2," kata Hadi dalam siaran persnya, Rabu (25/5).

Oleh karena itu, ujar dia, Fraksi PKS sangat mendukung aduan yang diterima dari tenaga honorer ini. Sebab pengangkatan tenaga honorer ini menyangkut persoalan masyarakat Indonesia.

“Di Kalimantan Timur misalnya, bidan dan perawat statusnya juga tidak jelas. Tapi hanya karena semangatnya ingin membantu masyarakat kecil jadi mereka kumpul dan bekerja tanpa ada gajinya, hanya dikasih baju seragam," terang Hadi.

Koordinator Gerakan Honorer K2 Indonesia Bersatu Andi Nurdiansyah meminta agar Komisi II DPR RI segera menindaklanjuti rapat tersebut agar segera merevisi Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2014 agar pengangkatan honorer ini tanpa tes. Sebab semua honorer K2 yang ada sudah banyak yang mengabdi bagi negeri ini.



REPULIKACOID

Komentar

Pos populer dari blog ini

Perawat Kecam Sikap Arogansi Gubernur Jambi Zumi Zola

Suaraperawat.com, Jakarta._ Menanggapi sikap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola menuai ribuan protes serta kecaman dari puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media.

Mereka menilai Zumi Zola mengamuk, menghardik dan membanting kursi, pukul meja bahkan juga menendang tempat sampah saat ia keluar dari ruangan petugas jaga rumah sakit adalah perbuatan yang sangat blunder dan penuh arogansi.

"Kepada orang biasa saja tidaklah patut berbuat demikian , mirip seperti menggebah ayam yang masuk ke pekarangan, apalagi terhadap perawat dan dokter yang merupakan orang-orang terdidik. Dan sikap arogansi ini dilakukan oleh seorang gubernur", komentar salah satu supers di grup Suara Perawat.

Kronologis kejadiannya adalah ketika orang nomor satu di Jambi ini inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (20/1), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mendapati pegawai tugas jaga, perawat dan dokter yang tidur, lalu ia mengamuk, menghardik serta membanting kursi dan pukul meja…

SURAT TERBUKA KAMI ”SUARA PERAWAT INDONESIA” UNTUK BAPAK GUBERNUR ZUMI ZOLA YANG TERHORMAT

Minggu 22 januari 2017 terus ramai perbincangan di media sosial mengenai bapak gubernur yang terhormat bapak Zumi Zola terkait sidaknya ke RSUD Raden Mataher Jambi, dan beredar pula vidio yang berdurasi kurang lebihnya 3 menit, banyak kontroversi dari para netizen dalam menanggapi vidio tersebut.

Terlepas dari semua kasus ini, biarlah profesi kami profesi tenaga kesehatan yang khususnya kami perawat indonesia menjadi sebuah ajang evaluasi, evaluasi kami di berbagai lini, semoga dari kejadian ini akan menjadi hikmah buat kami tenaga kesehatan khusunya kami perawat indonesia.


Dear bapak gubernur yang terhormat,
Dalam melakukan sidak dan mengevaluasi kami selaku tenaga kesehatan khusunya kami Perawat Indonesia, perlakukanlah kami sebagai profesi perlakukanlah kami sebagai manusia, kami masih mempunyai hati dan perasaan, kesalahan kami bukanlah kesalahan seperti maling bahkan koruptor yang benar-benar hina yang menyengsarakan rakyat.

Dalam melakukan evaluasi tidak harus dengan intonasi …

Perawat Shift Malam Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung Koroner

Para peneliti menemukan bahwa perawat yang mendapatkan shift malam selama 10 tahun atau lebih, beresiko 15 persen terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan wanita yang jarang mendapatkan jaga malam.

“Ada sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi. Kami masih melihat peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift,” kata pemimpin peneliti, Celine Vetter, seperti dilansir laman NBC, Kamis (26/5).

Sementara, The International Agency for Research on Cancer mengatakan, bahwa kerja shift malam mungkin menyebabkan kanker. Ini dikaitkan dengan kanker payudara dan jenis kanker lainnya serta diabetes dan gangguan tidur.

Untuk studi ini, para peneliti melihat dua studi kesehatan perawat wanita sejak 1976. Setiap dua tahun, lebih dari 300 ribu perawat atau mantan perawat melaporkan kesehatan dan kebiasaan mereka.

Tim peneliti mendefinisikan penyak…