Langsung ke konten utama

Pemanggilan Perawat Oleh Pasien Dengan Menekan Bel Di Tiap Kamar Diangggap Membebani


Manado,_Aroma tak sedap mendera sektor kesehatan di epicentrum Nyiur Melambai. Sederet masalah terendus di Rumah Sakit (RS) Siloam. Dugaan diskriminasi pelayanan, indikasi mark up biaya obat pasien hingga kebijakan yang dinilai membebani, tercium legislator di Gedung Rakyat Kota Tinutuan.

Sebut saja pemanfaatan fasilitas di RS berkelas di Kota Manado ini. Dipastikan dibebani biaya tambahan (charge). Contohnya, pemanggilan perawat oleh pasien dengan menekan bel di tiap kamar. Hal tersebut, masuk dalam daftar pembiayaan.

"Bagi orang berduit itu tak masalah tapi bagaimana dengan warga biasa pasti akan terkejut," ungkap Linneke Kotambunan, personil DPRD Manado.

Meski begitu, legislator vokal ini mengaku jika hal tersebut merupakan konsekwensi bagi rumah sakit yang serba lengkap.

Masalah lain yang mencuat, mengenai dugaan mark up biaya obat pasien. Misalnya, ongkos untuk anti biotik yang bisa mencapai 15 botol, padahal untuk pemakaian hanya 10 botol. Sementara, pasien memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Kotambunan mengatakan, ada bukti yang ditenggarai mark up anggaran kamar dan obat pada salah satu keluarga yang menjadi pasien. Oleh pihak keluarga, akan dijadikan bukti untuk dipertanggungjawabkan ke depan. Untuk sementara, sesuai permintaan keluarga, kejadian tersebut belum dipublikasikan.

Masih dengan masalah, indikasi pilih kasih pelayanan dinilai terjadi rumah sakit bonafit ini. Alasannya, pasien yang datang dengan tidak menggunakan jalur BPJS akan dilayani terlebih dahulu. Sedangkan pasien yang mempunyai kartu BPJS, dilayani belakangan. Alasan yang berkembang, klaim yang akan dibayarkan BPJS pasti belakangan alias tidak tunai, dibandingkan dengan non-BPJS yang pembayarannya tunai.

"Kondisi ini sangat memprihatinkan dan tindakan BPJS harus padu mengenai situasi ini. Instansi terkait harus turun mengawasi, karena masyarakat mengharapkan pelayanan tetap prima tanpa dipersulit sistem yang ada," harap Kotambunan.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Manado, Apriliano Saerang mengakui, jika hal itu telah meresahkan banyak keluarga (pasien). Oleh sebab itu, untuk mencari kebenaran, pihak-pihak yang terkait akan dimintai keterangan.

"Ini menyangkut hidup orang banyak dan kesehatan menjadi prioritas dikedepankan sekarang sehingga sehingga dugaan kebocoran harus segera diselesaikan. Supaya tak banyak warga mengalami lebih jauh," semburnya.

Terkait hal ini, manajemen RS Siloam Manado, belum berhasil dikonfirmasi.(tim me)

- Sumber http://wwwmanadoexpressco/

Komentar

Pos populer dari blog ini

Perawat Kecam Sikap Arogansi Gubernur Jambi Zumi Zola

Suaraperawat.com, Jakarta._ Menanggapi sikap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola menuai ribuan protes serta kecaman dari puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media.

Mereka menilai Zumi Zola mengamuk, menghardik dan membanting kursi, pukul meja bahkan juga menendang tempat sampah saat ia keluar dari ruangan petugas jaga rumah sakit adalah perbuatan yang sangat blunder dan penuh arogansi.

"Kepada orang biasa saja tidaklah patut berbuat demikian , mirip seperti menggebah ayam yang masuk ke pekarangan, apalagi terhadap perawat dan dokter yang merupakan orang-orang terdidik. Dan sikap arogansi ini dilakukan oleh seorang gubernur", komentar salah satu supers di grup Suara Perawat.

Kronologis kejadiannya adalah ketika orang nomor satu di Jambi ini inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (20/1), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mendapati pegawai tugas jaga, perawat dan dokter yang tidur, lalu ia mengamuk, menghardik serta membanting kursi dan pukul meja…

SURAT TERBUKA KAMI ”SUARA PERAWAT INDONESIA” UNTUK BAPAK GUBERNUR ZUMI ZOLA YANG TERHORMAT

Minggu 22 januari 2017 terus ramai perbincangan di media sosial mengenai bapak gubernur yang terhormat bapak Zumi Zola terkait sidaknya ke RSUD Raden Mataher Jambi, dan beredar pula vidio yang berdurasi kurang lebihnya 3 menit, banyak kontroversi dari para netizen dalam menanggapi vidio tersebut.

Terlepas dari semua kasus ini, biarlah profesi kami profesi tenaga kesehatan yang khususnya kami perawat indonesia menjadi sebuah ajang evaluasi, evaluasi kami di berbagai lini, semoga dari kejadian ini akan menjadi hikmah buat kami tenaga kesehatan khusunya kami perawat indonesia.


Dear bapak gubernur yang terhormat,
Dalam melakukan sidak dan mengevaluasi kami selaku tenaga kesehatan khusunya kami Perawat Indonesia, perlakukanlah kami sebagai profesi perlakukanlah kami sebagai manusia, kami masih mempunyai hati dan perasaan, kesalahan kami bukanlah kesalahan seperti maling bahkan koruptor yang benar-benar hina yang menyengsarakan rakyat.

Dalam melakukan evaluasi tidak harus dengan intonasi …

Perawat Shift Malam Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung Koroner

Para peneliti menemukan bahwa perawat yang mendapatkan shift malam selama 10 tahun atau lebih, beresiko 15 persen terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan wanita yang jarang mendapatkan jaga malam.

“Ada sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi. Kami masih melihat peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift,” kata pemimpin peneliti, Celine Vetter, seperti dilansir laman NBC, Kamis (26/5).

Sementara, The International Agency for Research on Cancer mengatakan, bahwa kerja shift malam mungkin menyebabkan kanker. Ini dikaitkan dengan kanker payudara dan jenis kanker lainnya serta diabetes dan gangguan tidur.

Untuk studi ini, para peneliti melihat dua studi kesehatan perawat wanita sejak 1976. Setiap dua tahun, lebih dari 300 ribu perawat atau mantan perawat melaporkan kesehatan dan kebiasaan mereka.

Tim peneliti mendefinisikan penyak…