Langsung ke konten utama

Bupati Nagekeo : Tuntutan Publik Belum Dipenuhi PPNI


POS KUPANG.COM, KUPANG -- Sumiyati Hasan Asiah, A.Md.Kep terpilih menjadi Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Nagekeo perioe 2016-2020.

Sumiyati terpilih setelah mengalahkan kandidat lainya, Jeane F.Ire, A.Md. Kep dalam Musyawarah Daerah (Musda) PPNIKabupaten Nagekeo yang berlangsung di Aula Kantor BupatiNagekeo, Jumat (20/5/2016).

Sumiyati berhasil mengantongi dukungan 23 dari 35 peserta yang memiliki hak pilih dalam Musda tersebut. Sedangkan pesaingnya, Jeane Ire mengantongi dukungan 12 suara .

Selama lima tahun ke depan, Sumiyati akan dibantu dua sekretaris yakni Marsiana Edje,A.Md.Kep dan Maria Herlindawati Sere, A.Md.Kep, dua bendahara, Martha Yunita S.Kep,N.S dan Maria X.Wea Nage,A.Md,Kep, serta tujuh wakil ketua, tujuh ketua divisi, tujuh anggota divisi dan lima anggota dewan pertimbangan daerah.

Para pengurus yang terpilih langsung dilantik Ketua PPNI Propinsi NTT, Aemilianus Mau, S.Kep,N.S,M.Kep.

Sumiyati yang dihubungi per telepon, Minggu (22/5/2016), mengatakan, siap membawa PPNI Nagekeoke arah lebih baik lima tahun ke depan terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya para anggota PPNI di daerah itu yang berdampak pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Nagekeo, Elias Djo dalam sambutan pada Pembukaan Musda PPNI Nagekeo, mengatakan, sejalan dengan dinamika masyarakat di era globalisasi dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), tuntutan profesi, tugas pokok dan fungsi dari pelayan public, baik tenaga medis maupun teknis menjadi sebuat syarat mutlak yang harus dipenuhi.

Tuntutan itu menjadi penting karena berkaitan langsung dengan standar pelayanan public dan kepuasan masyarakat melalui kinerja pelayanan. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjawab tuntutan tersebut, kata Elias, penguatan organisasi, perbaikan system manajemen dan peningkatan kompetensi anggota.

"Para pengurus, anggota, kader harus memiliki kualitas dan dedikasi tinggi dalam mengelola organisasi untuk mencapai tujuan," kata Elias.

Elias mengungkapkan, tuntutan public terhadap pelayanan yang memadai dari anggota PPNI belum seutuhnya dipenuhi PPNINagekeo karena sejak terbentuk tahun 2007, tekad untuk memiliki organisasi dan profesi perawat yang handal belum terwujud. "Tuntutam pelayanan yang prima masih memiliki kendala, karena kompetensi yang dimiliki perawat belum memadai akibat minimnya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan pelatihan teknis bagi perawat. Sampai saat ini masih ada 32 perawat berpendidikan SPK dan pada tahun 2020 tidak lagi diakui keberadaannya," demikian Elias.*

sumber: http://kupang.tribunnews.com/

Komentar

Pos populer dari blog ini

Perawat Kecam Sikap Arogansi Gubernur Jambi Zumi Zola

Suaraperawat.com, Jakarta._ Menanggapi sikap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola menuai ribuan protes serta kecaman dari puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media.

Mereka menilai Zumi Zola mengamuk, menghardik dan membanting kursi, pukul meja bahkan juga menendang tempat sampah saat ia keluar dari ruangan petugas jaga rumah sakit adalah perbuatan yang sangat blunder dan penuh arogansi.

"Kepada orang biasa saja tidaklah patut berbuat demikian , mirip seperti menggebah ayam yang masuk ke pekarangan, apalagi terhadap perawat dan dokter yang merupakan orang-orang terdidik. Dan sikap arogansi ini dilakukan oleh seorang gubernur", komentar salah satu supers di grup Suara Perawat.

Kronologis kejadiannya adalah ketika orang nomor satu di Jambi ini inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (20/1), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mendapati pegawai tugas jaga, perawat dan dokter yang tidur, lalu ia mengamuk, menghardik serta membanting kursi dan pukul meja…

SURAT TERBUKA KAMI ”SUARA PERAWAT INDONESIA” UNTUK BAPAK GUBERNUR ZUMI ZOLA YANG TERHORMAT

Minggu 22 januari 2017 terus ramai perbincangan di media sosial mengenai bapak gubernur yang terhormat bapak Zumi Zola terkait sidaknya ke RSUD Raden Mataher Jambi, dan beredar pula vidio yang berdurasi kurang lebihnya 3 menit, banyak kontroversi dari para netizen dalam menanggapi vidio tersebut.

Terlepas dari semua kasus ini, biarlah profesi kami profesi tenaga kesehatan yang khususnya kami perawat indonesia menjadi sebuah ajang evaluasi, evaluasi kami di berbagai lini, semoga dari kejadian ini akan menjadi hikmah buat kami tenaga kesehatan khusunya kami perawat indonesia.


Dear bapak gubernur yang terhormat,
Dalam melakukan sidak dan mengevaluasi kami selaku tenaga kesehatan khusunya kami Perawat Indonesia, perlakukanlah kami sebagai profesi perlakukanlah kami sebagai manusia, kami masih mempunyai hati dan perasaan, kesalahan kami bukanlah kesalahan seperti maling bahkan koruptor yang benar-benar hina yang menyengsarakan rakyat.

Dalam melakukan evaluasi tidak harus dengan intonasi …

Perawat Shift Malam Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung Koroner

Para peneliti menemukan bahwa perawat yang mendapatkan shift malam selama 10 tahun atau lebih, beresiko 15 persen terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan wanita yang jarang mendapatkan jaga malam.

“Ada sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi. Kami masih melihat peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift,” kata pemimpin peneliti, Celine Vetter, seperti dilansir laman NBC, Kamis (26/5).

Sementara, The International Agency for Research on Cancer mengatakan, bahwa kerja shift malam mungkin menyebabkan kanker. Ini dikaitkan dengan kanker payudara dan jenis kanker lainnya serta diabetes dan gangguan tidur.

Untuk studi ini, para peneliti melihat dua studi kesehatan perawat wanita sejak 1976. Setiap dua tahun, lebih dari 300 ribu perawat atau mantan perawat melaporkan kesehatan dan kebiasaan mereka.

Tim peneliti mendefinisikan penyak…