Langsung ke konten utama

48 Tenaga Keperawatan Akan Diberangkatkan Merawat Bangsa Jepang

LUBUK PAKAM | DNA - Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars, menepung tawari 48 orang tenaga kesehatan yaitu Perawat ( Kangoshi ) dan Perawat Jompo ( Carewokers) yang akan berangkat bekerja di Jepang,berasal dari alumni Deli Husada Deli Tua dan Medistra Lubuk Pakam di Aula Medistra Lubuk Pakam.

Direktur Pendidikan Deli Husada Delitua dan Medistra Lubuk Pakam Drs Johannes Sembiring MPd MKes menjelaskan bahwa ke 48 tenaga kesehatan yang akan bekerja di Jepang, selanjutnya diberangkatkan oleh Presiden RI pada tanggal 16 Juni 2016 dari Jakarta , masing-masing 30 orang alumni Akper PSN, dan Profesi Ners STIKes Medistra Lubuk Pakam dan 18 orang alumni Deli Husada Deli Tua bersama tenaga kesehatan dari daerah lainnya, setelah lulus seleksi yang dilaksanakan di pusat Bahasa Universitas Indonesia Depok Jakarta dan telah mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama enam bulan di P4TK Bahasa di Jakarta.

Dijelaskan juga bahwa Alumni Deli Husada Deli Tua dan Medistra Lubuk Pakam yang telah bekerja di jepang hingga tahun 2016 mencapai 222 orang . Karenanya ,selaku Direktur pendidikan menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Deli Serdang atas besarnya perhatian dan bimbingannya sehingga pendidikan kesehatan di daerah ini memiliki daya saing hingga ke luar Negeri, perestasi ini tentu akan menjadi pemicu bagi generasi muda kedepan untuk lebih giat belajar.

Wakil Bupati H Zainuddin Mars pada penepung tawaran 48 tenaga perawat ini, juga diikuti Konjen Jepang di Medan Mr Hirofumi Morikawa,Kadis Kesehatan Sumut dr rr SH Surjantini,MKes, Ka BP3TKI Medan dan Pimpinan SKPD Deli Serdang , sekaligus menyampaikan rasa bangga dan bahagia melihat para alumni yang lulus seleksi menjadi calon tenaga perawat di Jepang, karena lapangan kerja yang diisi ini adalah tenaga skil yang akan ditempatkan di Rumah Sakit di salah satu Negara yang termaju di Asia terutama di bidang teknologi dan industry.

Dikatakan Wabup bahwa pemerintah tidak pernah berhenti untuk memberi dukungan bagi peningkatan kwalitas SDM, melalui peningkatan kwalitas dunia pendidikan untuk membuka dan mengisi lapangan kerja , termasuk diataranya melalui peningkatan kerjasama dengan beberapa Negara lainnya . oleh karena itu kerjasama ini diharapkan dapat dikembangkan lagi ke Negara –negara lainnya di dunia, sepanjang memenuhi persyaratan , terutama kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan.

Wabup juga meminta agar para tenaga perawat yang akan bekerja nantinya untuk menjaga nama baik almamater, dan mengharumkan nama daerah Kabupaten Deli serdang yang juga sebagai duta Bangsa, karena Negara Jepang yang akan menjadi tempat bekerjanya adalah Negara yang maju,memiliki disiplin kerja yang tinggi serta adat budaya yang kuat.(dna/mdn)



sumber: dnaberitacom/

Komentar

  1. BAgi tmn2 kaigoshi atau kanggoshi dan masyarakat indonesia yang membutuhkan kartu telpon murah/voip (boleh kasbon 1 bulan) bisa kontak FB: Adria Prayudisti (EPA 3).
    yoroshiku,.

    BalasHapus

Poskan Komentar

Pos populer dari blog ini

Perawat Kecam Sikap Arogansi Gubernur Jambi Zumi Zola

Suaraperawat.com, Jakarta._ Menanggapi sikap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola menuai ribuan protes serta kecaman dari puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media.

Mereka menilai Zumi Zola mengamuk, menghardik dan membanting kursi, pukul meja bahkan juga menendang tempat sampah saat ia keluar dari ruangan petugas jaga rumah sakit adalah perbuatan yang sangat blunder dan penuh arogansi.

"Kepada orang biasa saja tidaklah patut berbuat demikian , mirip seperti menggebah ayam yang masuk ke pekarangan, apalagi terhadap perawat dan dokter yang merupakan orang-orang terdidik. Dan sikap arogansi ini dilakukan oleh seorang gubernur", komentar salah satu supers di grup Suara Perawat.

Kronologis kejadiannya adalah ketika orang nomor satu di Jambi ini inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (20/1), dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mendapati pegawai tugas jaga, perawat dan dokter yang tidur, lalu ia mengamuk, menghardik serta membanting kursi dan pukul meja…

SURAT TERBUKA KAMI ”SUARA PERAWAT INDONESIA” UNTUK BAPAK GUBERNUR ZUMI ZOLA YANG TERHORMAT

Minggu 22 januari 2017 terus ramai perbincangan di media sosial mengenai bapak gubernur yang terhormat bapak Zumi Zola terkait sidaknya ke RSUD Raden Mataher Jambi, dan beredar pula vidio yang berdurasi kurang lebihnya 3 menit, banyak kontroversi dari para netizen dalam menanggapi vidio tersebut.

Terlepas dari semua kasus ini, biarlah profesi kami profesi tenaga kesehatan yang khususnya kami perawat indonesia menjadi sebuah ajang evaluasi, evaluasi kami di berbagai lini, semoga dari kejadian ini akan menjadi hikmah buat kami tenaga kesehatan khusunya kami perawat indonesia.


Dear bapak gubernur yang terhormat,
Dalam melakukan sidak dan mengevaluasi kami selaku tenaga kesehatan khusunya kami Perawat Indonesia, perlakukanlah kami sebagai profesi perlakukanlah kami sebagai manusia, kami masih mempunyai hati dan perasaan, kesalahan kami bukanlah kesalahan seperti maling bahkan koruptor yang benar-benar hina yang menyengsarakan rakyat.

Dalam melakukan evaluasi tidak harus dengan intonasi …

Perawat Shift Malam Beresiko Tinggi Terkena Penyakit Jantung Koroner

Para peneliti menemukan bahwa perawat yang mendapatkan shift malam selama 10 tahun atau lebih, beresiko 15 persen terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan wanita yang jarang mendapatkan jaga malam.

“Ada sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang tinggi. Kami masih melihat peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift,” kata pemimpin peneliti, Celine Vetter, seperti dilansir laman NBC, Kamis (26/5).

Sementara, The International Agency for Research on Cancer mengatakan, bahwa kerja shift malam mungkin menyebabkan kanker. Ini dikaitkan dengan kanker payudara dan jenis kanker lainnya serta diabetes dan gangguan tidur.

Untuk studi ini, para peneliti melihat dua studi kesehatan perawat wanita sejak 1976. Setiap dua tahun, lebih dari 300 ribu perawat atau mantan perawat melaporkan kesehatan dan kebiasaan mereka.

Tim peneliti mendefinisikan penyak…